Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

kata hati

Ku ukir kata-kata dalam lembar file ini Tak pernah ku pikirkan kata-kata ini Namun apa yang ku ungkapkan ini dari hati Semakin aku berpikir semakin aku tenggelam dalam indahnya hidup Tak terbayang betapa banyaknya nikmat dalam nafas ini Meski raga ini tak sering menyadarinya Jauh di dalam kalbu terbesit syukur Tak ku sangka baru saja aku menerima rizki-Mu... lewat kunjungan kakak Rizki untuk ongkos numpang menuntut ilmu di Sarang Di tempat ini... di mana aku belajar hidup Meski di sini bukan tempat pertama kali aku belajar,, Entah ke berapa kali tempat ini sebagai jajahan diriku menuntut ilmu.... Aku sangat bersyukur atas semua bagian hidup yang Engkau berikan... Atas semua waktu yang Engkau bagikan pada hamba yang lalai.... Tak tahu harus bagaimana lagi mengungkapkannya... Ya Robbi..... kepada-Mu hamba mengadu semua keluh kesah hidup ini... Meski kadang rasa iri terhadap sesama makhluk-Mu muncul dalam hati... Namun hamba yakin,,, semua ya...
Gambar
Jika Anda merasakan sedih atau frustasi karena tidak mendapatkan cinta, penghargaan, dan pengakuan yang ingin Anda peroleh dari orang lain, maka berikanlah semua itu-oleh Anda-kepada diri Anda sendiri. Rasa cinta yang Anda milikilah yang Anda inginkan. Mengapa Anda mesti memusingkan diri Anda dengan mencarinya dari orang lain? ketika Anda menghargai dan menyayangi diri Anda, maka kebahagiaan Anda akan tumbuh dalam diri Anda sendiri.  ( Alan Cohen ) ^ ^  S_R^^

sahabat dalam kenangan

Cerpen Sahabat dalam kenangan Karya: S_R Saat kehidupan baru kumulai, aku mulai melangkahkan kaki tuk maju jalani kehidupan. Tak terasa kini umurku tujuh belas tahun. Byuurr, suara air membasahi sekujur tubuhku dan surprise dari sahabat-sahabatku. Aku kedinginan hebat, karena waktu itu tengah malam. Aku berteriak dari dalam kamar mandi agar mereka membukakan pintu untukku. Hemm alhasil mereka sama sekali tidak membukakan pintu, hanya handuk yang mereka julurkan padaku. Tapi tetap saja aku kedinginan. Setelah satu jam akhirnya tya membuka pintunya. Dan dia kaget melihatku kedinginan. Sesegera mungkin tya langsung memelukku dan menuntunku masuk kamar. Sudah dua tahun aku habiskan masa sekolahku di tempat naungan yang teduh pondok pesantren di daerahku. Meski awalnya aku terpaksa jalani ini semua, tapi beriring dengan jarum detik jam yang terus berputar akhirnya hati ini terbuka tuk jalani kehidupan ini dengan ikhlas. Setelah aku masuk kamar, aku segera ganti baju. Tya adalah s...