Postingan

Senyum Itu Membuat Cantik

  Perempuan mana yang tak ingin merasa cantik dan dibilang cantik. Terlepas dari definisi cantik itu relatif untuk masing-masing orang. Terlepas juga dari standar kecantikan dari masyarakat tertentu. Selepas dari mengajar, saya dan beberapa kawan guru ngobrol santai sambil makan siang di ruang istirahat guru. Saya mengomentari salah satu teman saya yang terlihat cantik dengan gaya kerudung barunya. Dia tersenyum sambil tersipu malu dan menjelaskan bahwa hari itu dia memberanikan diri untuk memakai kerudung barunya karena ingin mencoba hal baru. Wajah temanku polos tanpa polesan make up. Tapi saya dan kawanku yang lain sepakat bahwa temanku itu terlihat cantik dengan gaya kerudungnya yang baru ditambah terlihat sering tersenyum. Saya dikomentari balik oleh teman saya. Dia bilang suka melihat saya saat siang itu karena lebih banyak tersenyum dibanding pagi hari kala itu. Katanya saya terlihat lebih cantik siang itu padahal bedak di wajah sudah luntur alias hilang dan bibir sudah ...

Aku Iri Pada Anak Kecil yang Meminta Topeng

Aku duduk di bangku pinggir jalan Berdiam diri mengamati manusia yang berlalu lalang Hingga mataku tertuju pada penjual topeng mainan di seberang Penjual topeng yang ceria menawarkan dagangannya ke setiap orang tua dan anak kecil yang berjalan melewatinya Namun, belum satu pun orang yang tertarik membelinya Penjual topeng menghelas napas panjang Mengusap satu per satu topeng mainan yang dipajang dengan tatapan penuh harap ada yang menukarnya dengan uang (Ah, apakah aku harus membeli topeng mainan itu untuk diriku?) Tak berselang lama Ada satu anak kecil mendekat ke penjual topeng itu Ia bersemangat ingin meraih salah satu topeng yang terpajang Tapi ibunya dengan cepat menarik lengan anak kecil itu untuk menjauh Anak kecil itu merengek untuk dilepaskan Ia bilang ingin topeng mainan itu Sang Ibu tersenyum manis pada putrinya dan kemudian bilang bahwa masih banyak mainan di rumah Anak kecil itu tak peduli perkataan ibunya. Ia menangis kencang karena merasa keinginan memiliki topeng mainan...

Membeli Bensin Vs Membeli Waktu

  Waktu Adalah Uang, Ternyata Itu Soal Prioritas dan Manajemen Waktu   Matahari tampak sudah tinggi. Cahayanya sudah terasa menyengat di kulit. Jam dinding menunjukkan pukul 06.55 WIB. Pikiran saya yang semula tenang menjadi tidak tenang. Perasaan saya gugup karena saya menyadari akan terlambat sampai sekolah jika saya tidak bergegas. Tanpa pikir panjang saya menyalakan sepeda motor untuk segera berangkat. Ketika saya melihat jarum indikator bensin yang akan menyentuh huruf E, saya menghela nafas untuk semakin menenangkan pikiran dan perasaan saya. Saya mantap berdoa sebelum berangkat. Di sepanjang jalan, saya resah melihat indikator bensin motor yang semakin menyentuh huruf E. Dalam hati saya terus bergumam untuk segera sampai di pom bensin sambil menyetir dengan kecepatan yang stabil. Sesampai di pom bensin terdekat. Saya kembali menghela nafas melihat tidak ada pegawai pom bensin yang berjaga karena ganti shift. Akhirnya saya bergegas melanjutkan perjalanan untuk me...

Bincang Buku Tak Pernah Sia-Sia

Gambar
  Perjalanan Merawat Literasi di Sekitar “Alasan mengapa buku bukanlah yang terpenting, melainkan kalimat yang ada di dalamnya.” Itu kutipan dari buku yang berjudul Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan karya Jeon Seunghwan yang saya baca untuk membuka pertemuan bincang buku dua hari yang lalu. Bincang buku bersama klub baca yang saya inisiasi bersama kawan-kawan untuk menumbuhkan kembali semangat membaca buku di lingkungan sekitar kami.  Pada suatu siang yang tidak terlalu terik, tiga perempuan termasuk saya bergerak pelan ke tempat teduh gazebo, ada yang sambil mengisi perut untuk makan siang, ada yang membuka camilan, dan saya menawarkan diri untuk membacakan kalimat demi kalimat buku yang saya bawa. Tak seperti biasanya, pertemuan ini terasa berjalan alami sebagaimana kita tak sengaja bertemu dan nongkrong sambil makan, hanya saja saya menawarkan diri untuk membacakan buku untuk mengajak dua teman saya yang hadir menyadari bahwa pertemuan ini untuk ...

Cara Sederhana Merayakan Iduladha bersama Keluarga

Gambar
  Dokumentasi pribadi Takbir bergema sepanjang malam. Ramai namun menenangkan. Rasanya masih tak menyangka bahwa di tengah hari-hari aktif bekerja ada momen hari raya. Padahal setiap tahun selalu ada, saya menyadari itu. Dan yang membuat saya merasa bahagia, Iduladha menjadi momen berbeda untuk jeda dari rutinitas. Waktu pagi adalah waktu favorit saya untuk menata ulang hati dan pikiran. Gema takbir masih ramai terdengar. Dan serasa pagi yang istimewa, suara-suara cicitan burung yang biasanya menggema sendiri, saat itu bersahutan dengan takbir yang dikumandangkan dari pengeras-pengeras suara. Merdu. Pagi yang biasanya saya dibuat bergegas untuk salat subuh, dzikir, mengaji, dan setelah itu persiapan untuk berangkat mengajar. Pagi tadi saya bangun lebih pelan untuk melakukan aktivitas pagi. Saya dan keluarga berangkat ke masjid untuk melakukan salat Iduladha berjamaah. Saat saya dan keluarga berjalan menuju ke masjid, kendaraan masih banyak yang lalu lalang. Sepertinya meski t...

Ketika Membaca Buku Membuat Diriku Pulih

Tak bisa kita selalu berharap semua hari berjalan sesuai rencana kita. Berjalan mulus dan nyaman tanpa rintangan. Selalu berjalan damai tanpa gangguan. Semakin berusaha berharap hidup terus lurus saja, semakin rasanya sakit ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai ekspektasi. Perjalanan bulan Mei ini sungguh membuatku banyak belajar untuk menyadari hal penting dalam hidup ini. Aku harus berlatih menerima dan menghadapi situasi di luar rencana dan kendali diri, situasi yang membuat diri ini lelah, bingung, ragu, cemas, dan merasa bersalah. Di saat yang sama aku harus berani mengambil keputusan untuk kelanjutan pekerjaanku dengan pilihan-pilihan yang memiliki resikonya masing-masing. Tubuhku menyalakan alarm untuk istirahat total. Aku tak ingin melawannya meski banyak tugas yang belum selesai. Berhari-hari setiap malam aku mencoba untuk tenang dan merilekskan tubuh supaya cepat pulih. Tapi pikiran sama sekali tak mau berkompromi. Dia terus berputar dan berisik. Aku berulangkali me...

Aku Pulang

Gambar
  Kalau sudah sampai, kabarin ya . ‘Aku pulang’, dua kata itu mungkin terdengar sederhana, tapi akhir-akhir ini dua kata itu lebih terasa berharga, dan bersyukur ketika bisa mengatakannya saat sampai di rumah setelah perjalanan pulang dari rutinitas bekerja. Sejak Selasa 28 April, aku seringkali dibuat menangis berita tentang korban KRL di Bekasi Timur yang kulihat di media sosial. Dan Jumat pagi ini aku melihat berita korban ke 16 yang meninggal dunia. Sosok ayah dan ibu yang menanggung duka atas kepergian anak-anak perempuannya membuatku ikut merasakan sedihnya kehilangan. Orang tua yang setiap hari tanpa kata-kata menanti kepulangan anaknya dengan selamat dan berharap bisa bersua kembali dengan keluarga, kini harus menerima kenyataan bahwa sang anak kembali tanpa nyawa. Mungkin karena sama-sama perempuan yang berjuang menjalani rutinitas pulang pergi untuk berkarir, aku ikut merasa kehilangan mereka seperti kehilangan teman sendiri. Aku tak sama dengan mereka yang harus pergi ...