Bincang Buku Tak Pernah Sia-Sia
Perjalanan Merawat Literasi di Sekitar “Alasan mengapa buku bukanlah yang terpenting, melainkan kalimat yang ada di dalamnya.” Itu kutipan dari buku yang berjudul Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan karya Jeon Seunghwan yang saya baca untuk membuka pertemuan bincang buku dua hari yang lalu. Bincang buku bersama klub baca yang saya inisiasi bersama kawan-kawan untuk menumbuhkan kembali semangat membaca buku di lingkungan sekitar kami. Pada suatu siang yang tidak terlalu terik, tiga perempuan termasuk saya bergerak pelan ke tempat teduh gazebo, ada yang sambil mengisi perut untuk makan siang, ada yang membuka camilan, dan saya menawarkan diri untuk membacakan kalimat demi kalimat buku yang saya bawa. Tak seperti biasanya, pertemuan ini terasa berjalan alami sebagaimana kita tak sengaja bertemu dan nongkrong sambil makan, hanya saja saya menawarkan diri untuk membacakan buku untuk mengajak dua teman saya yang hadir menyadari bahwa pertemuan ini untuk ...