Pagi dan hati yang sunyi
Pagi sunyi kuhampiri
Dengan hati yang sunyi pula
Di saat tak ada yang menyapanya
Kami bersua
Saling memeluk dingin
Saling membiarkan angin lembut memecah hening
Angin lembut pelan menyentuh kulitku
Perlahan melirihkan teriakan kepalaku
Perlahan melunakkan keluhku
Perlahan melembutkan hatiku
Yang kadang bergemuruh, luluh, dan rapuh
Kadang pula kukuh dan tumbuh
Sesekali cicitan burung-burung menemani
Sesekali daun-daun jatuh menghampiri
Memeriahkan kesunyian
Merayakan keheningan
Pagi sunyi kutemani
Dengan hati yang damai
Di saat tak ada yang menyapanya
Kami bersua
Aku terdiam
Bergumul dengan kehidupan
Menerima keadaan
Melepas keriuhan
Angin lembut pelan menyibak kain kerudungku
Perlahan menyingkap pikiranku
Perlahan membuka rasaku
Yang kadang bergemuruh kadang kukuh
Dan aku tahu, bahwa aku sedang tumbuh
Bersama burung-burung yang mulai terbang dan daun-daun jatuh yang berserakan
Aku terdiam
Sambil merapalkan doa
Agar jiwa ini tetap ada
Agar hati ini terus menerima
Bumi, 23 Februari 2026

Komentar