Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Perjalanan Diri Membuat Klub Baca 

Dokumentasi pribadi

Aku tak begitu ingat sejak umur berapa mulai suka dengan buku. yang paling kuingat adalah memori masa SD di mana aku bosan di kelas karena jam kosong, kemudian aku ke perpustakaan yang berdebu dan menemukan satu buku usang yang membuatku menarik untuk membacanya. Dari situ aku rajin ke perpustakaan sekolah yang tak terawat, namun entah mengapa aku nyaman dan bersemangat karena mencari buku untuk bisa dibaca. Benar adanya, kamu hanya perlu mencari satu buku untuk jatuh cinta pada membaca.

Kesukaan membaca buku itu berlanjut hingga aku dewasa ini. Semasa sekolah hingga kuliah aku suka berkunjung ke perpustakaan. Dan saat sudah menjadi guru sekarang, membaca buku sudah menjadi habit meski kadang naik turun. Namun bertahun-tahun hobi membaca buku, ada masa di mana aku justru malu dan enggan membaca buku di lingkungan luar sekitarku atau tempat umum.

Bagi orang sepertiku, membaca buku adalah hal yang menyenangkan karena hobi. Namun di lingkungan tempat tinggalku, orang membaca buku itu pemandangan tak biasa. Pernah suatu waktu aku bosan membaca buku di kamar, kemudian aku membaca di teras depan rumah sambil santai, banyak tetanggaku yang melihat kemudian berkomentar ‘Kok pinter dan rajin nduk, baca buku terus.’ Saat itu aku hanya tersenyum. Tapi entah mengapa perasaanku justru tidak senang dan malu melanjutkan untuk membaca buku, padahal komentar yang dilontarkan adalah pujian. Pernah juga beberapa kali mengantri di tempat umum seperti Bank dan Puskesmas, aku gunakan untuk membaca buku dengan santai. Kemudian ada orang sekitar yang merespon, ‘Sedang belajar apa Mbak? Lagi ada ujian ya?’. Saat itu aku justru enggan melanjutkan membaca buku. Padahal sebenarnya aku bisa saja tak terlalu memikirkannya.

Dari situ aku resah. Aku ingin sekali membaca buku dengan nyaman meski di tempat umum. Aku juga tak ingin merasa sendiri melakukan kebiasaan baik ini. Namun aku tahu itu bukan hal yang biasa dan tak banyak orang melakukannya di lingkungan sekitarku. Mungkin tidak hanya di lingkungan sekitarku, tapi banyak di bagian lingkungan masyarakat Indonesia yang masih belum jadi kebiasaan membaca buku di tempat umum.

Seiring waktu, pada tahun lalu, berawal dari rasa resah itu aku justru tergerak untuk mencari teman atau komunitas baca buku, dan berharap menemukan lingkungan yang mendukung untuk membaca buku dengan nyaman dan santai. Akhirnya aku menemukan komunitas baca buku bookmates yang tersebar di daerah-daerah, dan anggota di dalamnya terhubung secara online di sebuah grup WhatsApp, beberapakali kesempatan ada meet up baca buku bareng. Namun aku sering tak bisa mengikutinya karena terkendala jarak yang jauh.  

Aku kemudian terbetik niat untuk membuat sebuah komunitas kecil atau klub baca buku di lingkungan sekitarku, aku membagikan niat itu di story media sosial dan mencari teman untuk bisa diajak melangkah bersama. Niat selalu menemukan jalannya. Salah satu temanku ada yang menyambut baik niatku. Kami kemudian bertemu dan saling mencurahkan isi hati yang ternyata sama-sama punya keinginan untuk membuat sebuah klub buku sehingga menciptakan miliu yang mendukung literasi dan kebiasaan membaca buku.

Tidak berselang lama, akhirnya kami beranikan diri untuk membuat sebuah klub buku mini yang isinya dua orang, namun seiring waktu kami mengajak teman-teman kami untuk bergabung dan dalam setahun sudah 30 orang yang tergabung yang terdiri dari kawan kami yang memang rata-rata berdomisili di satu lingkungan.

Berawal dari resah sendirian, timbullah keinginan dan bergerak, tidak hanya untuk diri, tapi juga untuk orang lain dan lingkungan sekitar. Setelah klub buku kami buat, setiap bulan kami mengadakan meet up di tempat umum seperti kafe, perpustakaan, sekolah, atau di pantai untuk membaca dan bincang buku. Seiring waktu, kami juga memperdalam tujuan adanya klub baca ini. Tidak hanya sekedar menciptakan lingkungan yang nyaman dan santai membaca buku, namun kami juga niatkan membangun perilaku, kebiasaan, karakter, dan gaya hidup jangka panjang. Maka kami buat aktivitas membaca buku yang bisa kami nikmati setiap momennya, agar benar-benar dapat bermakna.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia