Belajar Kebaikan Melalui Dongeng

Review Buku The Tales of Beedle The Bard Karya J.K. Rowling



Berawal dari Bermain dengan Buku, aku memilih buku The Tales of Beedle The Bard untuk dibaca bulan lalu dan sekarang sudah selesai kubaca. Buku ini juga aku pernah review di acara bincang buku yang diadakan oleh sebuah klub baca di daerahku.

Awalnya yang membuatku menarik dari buku ini adalah judul dan penulisnya. Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita ini menarik perhatianku untuk kembali membaca buku bergenre fiksi. Apalagi penulisnya J.K. Rowling, tentu bagi penggemar atau yang sudah pernah menonton atau membaca buku Harry Potter sudah sangat familiar dengan penulis besar J.K. Rowling dari Inggris ini.

Tentang  Buku

Buku ini berjudul The Tales of Beedle The Bard, ditulis oleh penulis J.K. Rowling yang diambil dari bagian cerita dunia Harry Potter, yaitu diterjemahkan dari Bahasa Rune kuno oleh tokoh Hermione Granger. Buku yang kubaca adalah versi terjemah Indonesia yang sudah dialihbahasakan oleh Nina Andiana dan Listiana Srisanti dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Buku ini berisi kumpulan cerita yang ditulis untuk penyihir cilik. Kisah-kisah yang sudah menjadi bacaan pengantar tidur yang popular bagi murid-murid Hogwarts.

Ada 5 dongeng unik dan istimewa yang disajikan dari buku ini. ditambah ada catatan Albus Dumbledore sebagai kepala sekolah Hogwarts. 5 dongeng itu mengisahkan perjalanan para tokoh penyihir yang juga tetap menemui kesulitan ketika berusaha menyelesaikan masalah mereka. Pesan moral yang disampaikan juga sama seperti dongeng biasa seperti kebaikan akan mendapat ganjaran dan kejahatan mendapat hukuman setimpal.

Hal lain tentang buku ini adalah J.K. Rowling menulis buku The Tales of Beedle The Bard untuk tujuan amal. Hal itu diceritakan pada halaman terakhir buku ini. Berawal dari sebuah foto, ketika J.K. Rowling tak bisa mengabaikan saat melihat gambar hitam-putih bocah laki-laki kecil yang terisolir, terasing, jauh dari keluarga dan ditempatkan dalam institusi panti sosial. Kemudian melalui membeli buku ini,  J.K.Rowling bekerjasama dengan organisasi globalnya ingin mengajak bersama-sama mengubah fokus dunia jadi mendukung anak-anak dan keluarga tempat mereka berkumpul, di rumah, dan komunitas sendiri.

Pelajaran Setelah Membaca

Setiap kali menyelesaikan membaca buku, aku seringkali merasa sayang jika tak membagikannya ke orang lain. Itu membuatku tergerak untuk menulis review buku ini. Pertama, aku banyak belajar dari pesan moral yang ada dalam dongeng buku The Tales of Beedle The Bard. Salah satunya pelajaran dari dongeng yang berjudul ‘Air Mancur Mujur Melimpah’, yaitu alih-alih hanya menunggu keajaiban, yang penting kita lakukan adalah tetap memililki harapan, berusaha, dan tulus menjalani setiap usaha yang diupayakan. Aku tak akan menceritakan bagaimana dongengnya di sini, karena akan panjang sekali nanti tulisannya. Hehe

Kedua, aku belajar pada penulis J.K. Rowling yang mampu menuliskan secara kompleks tentang dunia penyihir sampai detil dongeng-dongengnya. Bagaimana tokoh kepala sekolah Albus Dumbledore memperhatikan dongeng berkualitas untuk dibaca murid-murid Hogwarts. Dan dongeng justru selalu berhasil masuk ke dunia anak-anak. Melalui dongeng atau kisah, untuk mengajarkan kebaikan cenderung mudah diterima oleh anak-anak.

Aku teringat pada pengalamanku sendiri sebagai guru anak usia dasar. Saat mengajarkan kebaikan, tentu selain teladan, juga melalui membacakan kisah inspiratif atau dongeng di buku-buku. Dan itu justru membuat murid-muridku antusias mendengarkan kisah yang kubacakan, dan kemudian mempercakapkan apa yang bisa dipelajari atau diterapkan di dalam kehidupan.

Ketiga, aku belajar dan menyadari kembali bahwa buku sastra penting untuk kita baca dan bacakan ke anak-anak, di rumah maupun sekolah. Dengan membaca sastra bisa membawa kita ke dalam perjalanan melintasi waktu dan ruang, menjelajahi pikiran dan emosi, merangsang imajinasi dan membuka jendela ke dunia lain, membawa kita melintasi batas-batas fisik dan mewujudkan dunia-dunia baru di dalam pikiran kita. Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan melihat dunia dari berbagai perspektif. (dikutip dari artikel Perpuskita.id)

Kesimpulan

Buku The Tales of Beedle The Bard berisi 5 dongeng yang mengisahkan perjalanan para tokoh penyihir yang juga tetap menemui kesulitan ketika berusaha menyelesaikan masalah mereka. Dongeng yang tidak hanya menyuguhkan kisah imajinatif, namun juga sarat pesan moral untuk pembaca. Saat membacanya, tidak hanya menikmati kisah uniknya, tapi juga belajar kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia