Dear April
Dear April
Orang-orang mengatakan kau akan kemarau panjang
aku sempat tak siap menyambutmu
tapi kau juga yang kunanti
untuk menggenapi usia ini
Dear April
Kala itu rasanya kau datang begitu saja
tanpa memberi aba-aba
aku belum sepenuhnya siap bersua
aku masih ingin menikmati gemericik bulan sebelumnya
Dear April
Adakalanya panasmu membuatku senang dengan semilir angin yang datang
adakalanya panasmu membuatku mengeluh panjang
tapi aku merasa tenang
saat kutahu kau masih merayu hujan
untuk datang sembunyi-sembunyi
memecah tengah malam yang sunyi
Dear April
Kau rajin sekali
membuatkan rentetan target yang harus kuselesaikan
seakan kau tak ingin membiarkanku hanya larut dalam kekalutan
kau tak peduli aku masih sendirian
kau terus sodorkan harapan-harapan
Dear April
Kau tahu aku mudah bahagia saat hujan datang
tanpa ragu aku terus merapalkan doa sebanyak-banyaknya
dengan polosnya menengadahkan tangan menampung tetesan air yang tumpah
sambil membayangkan musim semi yang indah
Dear April
Hari ini bertepatan dengan tanggal saat dulu aku mulai menangis merengek bertemu dunia
dunia yang menyuguhkan kemarau, hujan, semi, gugur, dan dingin
dan sang Pencipta mengizinkanku untuk menyelaminya
membiarkan aku belajar menari bersama musim-musimnya
belajar menikmati damai dan badainya
menghadapi kacaunya
mensyukuri keelokannya
sambil terus bersenandung doa-doa
dan itu semua yang kunamai hidup
Alhamdulillah ya April
Aku masih hidup dan merasa hidup
Selamat merayakan bertambahnya usia
diriku
Bumi, 19 April 2026/1 Dzulqa'dah 1447 H

Komentar