Rindu yang Terobati di Hari Ayah
Rindu yang Terobati di Hari Ayah Kesepian itu sungguh menyesakkan Belum lagi ditambah rindu Sudah terbiasa memeluk kesendirian Namun kali ini lebih terasa pilu Waktu terus berjalan ke depan tanpa pernah menoleh Bukan jenuh, tapi ada rasa aneh yang tertoreh Pulang dari mengajar, rumah tampak sepi Sapa ayah yang biasanya menyambutku, untuk sementara diganti sunyi Duh, ternyata diri tak sesiap itu ditinggal pergi Meski tahu hanya sementara Kursi di depan TV tampak kosong tanpa ada yang singgah Aku hanya menatapnya karena merasa tak perlu duduk di sana Bayangan laki-laki tua sekelebat terlihat Namun aku cepat sadar bahwa itu hanya ilusi akibat dari rindu yang berat Aku langsung menuju ke ruangan ternyamanku Mengabaikan sejenak ruang-ruang yang tak berpenghuni Tiba-tiba sosok ayah terus berputar-putar di kepalaku Dan hatiku bertanya-tanya, sedang apa beliau di sana? Ngobrol sama anak pertama dan cucunyakah? Atau lagi menye...