Kisah Bendera di Depan Rumah Oleh : Siti Rodliyah Malam itu aku terbetik dalam hati untuk pulang. Kukemas sedikit demi sedikit barangku seperti baju dan buku di dalam tas. Guratan wajah tua itu tak henti-henti bergelayut di kepala. Entah kenapa? Karena rindu yang lama terpendam dan menumpuk, atau karena cinta yang tak terucapkan sekian lama. Aku melihat layar handphone yang tampak ada panggilan masuk, kuangkat dan suara laki-laki muda dari jauh menyapaku ramah, menanyakan kabar dan menyuruhku pulang, meski sejenak. Tanpa berpikir panjang, aku mengiyakan. Besok. Aku akan pulang. Esok harinya. Di pinggir jalan raya yang bising, aku mencoba menghentikan bus dengan lambaian tanganku. Bus terhenti dan melaju tanpa ragu setelah aku masuk. Sekian menit lewat begitu saja, dan tahu-tahu aku sudah berada dalam rumah yang tak asing lagi. Kutemui kepala anak kecil sedang menikmati empuknya bantal. Aku tersenyum melihat si mungil itu tertidur pulas. Da...