Menulis Puisi
_Menulis Puisi_
Duh, lama ku tak benar-benar membaca dan menulis
Sedangkan di sana
Rindu semakin menumpuk
Hingga dada lupa merasa sesak
Namun, pikiran penuh
Hingga ingin tumpah dan muntah
Lewat tinta
Hanya saja, waktu terus menerobos
Hilangkan jejak-jejak ide
Inginku perlahan juga pudar
Teralihkan wajah-wajah di bayangan
Jangan salahkan kesibukan
Dia tak tahu apa-apa
Kau yang tak cukup pandai
Memasak beras jadi nasi
Dan selalu meniup api kecil
Yang kadang sudah tersulut menyala
Salam untuk diri
Lekas perlahan berlari
Sebelum detik jarum jam berhenti
Dan jangan lupa
Damaikan hati
*Sarang, 11 Agustus 2020*
( Kadang juga ada hal-hal yang terlalu susah untuk diurai dan bisa dipahami hanya lewat puisi. -Najelaa Shihab-)
( Menulis membuat banyak hal yang semula susah diraba, menjadi lebih nyata. Di sisi lain, kata juga membuat banyak hal yang semula mudah dilupa, menjadi abadi di benak penulisnya.
Membaca bisa menjadi jendela ke petualangan menegangkan yang terjadi di luar lingkaran kita. Membaca juga bisa menjadi goa aman yang melindungi jiwa dan apa yang kita percaya. -Najelaa Shihab-)
Komentar