Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Kisah Bendera di Depan Rumah 

  Kisah Bendera di Depan Rumah  Oleh : Siti Rodliyah Malam itu aku terbetik dalam hati untuk pulang setelah enam bulan di pesantren. Sudah menjadi langganan para santri untuk pulang ke kampung halaman pada musim libur semesteran. Kukemas sedikit demi sedikit barangku seperti baju dan buku di dalam tas. Guratan wajah tua itu tak henti-henti bergelayut di kepala. Entah kenapa?  Karena rindu yang lama terpendam dan menumpuk, atau karena cinta yang tak terucapkan sekian lama.  Aku melihat layar handphone yang tampak ada panggilan masuk, kuangkat dan suara laki-laki muda dari jauh menyapaku ramah, menanyakan kabar dan menyuruhku pulang, meski sejenak.  Tanpa berpikir panjang, aku mengiyakan. Besok. Aku akan pulang.  Esok harinya.  Di pinggir jalan raya yang bising,  aku mencoba menghentikan bus dengan lambaian tanganku. Bus terhenti dan melaju tanpa ragu setelah aku masuk.  Sekian menit lewat begitu saja, dan tahu-tahu aku sudah berada dalam rumah...

Dunia dalam Drama

 Dunia dalam Drama Dunia sedang hangat menikmati drama Drama dalam drama Drama-drama kecil yang menguasai panggung besar drama Anehnya, dunia terus terperangkap dalam drama Uniknya, drama-drama semakin mendramatisir dramanya Dan sayangnya, dunia hanyut dengan dramatisirnya Drama ada di mana-mana Bersemayam di dalam diri sang pendrama Ada banyak pendrama yang memegang dunia Dan suatu hari nanti Pendrama mengusaikan dramanya Bersiap masuk ke dalam drama selanjutnya Drama yang tidak ada dalam drama-drama Drama yang tak seorang pun tahu alur ceritanya... 3 Mei 2021

Pada Suatu Hari Yang Indah

Gambar
  Pada suatu hari yang indah Tampak langit cerah Memperlihatkan bintang gemintang Dan sang rembulan Pada suatu hari yang indah Sang muda duduk di teras rumah Memandangi langit yang megah Dan cahaya yang tampak di angkasa Pada suatu hari yang indah Si tua berdiri memanggul sajadah Menatap sang muda Yang tersirati sinar hampa Bola mata sang muda tak berhenti mengitari titik titik cahaya rembulan dan bintang gemintang Dadanya tak berhenti takjub Si tua terdiam menghembuskan doa Kepada pencipta semesta Sang muda membatin kata Aamiin Pada suatu hari yang indah Akan indah...  Bulu-Bancar, 20 Maret 2021  ( Kupersembahkan puisiku untuk hari puisi)

Saat Asing dan Akrab Bersanding dan Beradu

Gambar
 Saat Asing dan Akrab Bersanding dan Beradu Pernah merasa asing? Atau terasingkan? Ya, pernah Asing dengan diri sendiri Di saat ramai Asing dengan kawan dekat Asing dengan kerabat Asing dengan jalanan padat Asing dengan pintu yang enggan tertutup rapat Pernah merasa akrab? Atau diakrabi? Ya, pernah Akrab dengan diri sendiri Di saat sepi Akrab dengan orang yang baru berjumpa Akrab dengan saudara  Akrab dengan gang-gang jalan raya Akrab dengan pintu yang enggan terbuka Pernah merasakan keduanya? Ya... Akrab dengan Tuhan, padahal nafsu membuatku asing  Asing dengan Tuhan, padahal nurani membuatku akrab Kau tahu apa yang menyatukannya?  Menikmati doa dan ayat-ayat-Nya.. 27 Rojab 1442   H  11 Maret 2021 M

Rembulan di pagi hari

Gambar
Hai pagi... Maaf, telat menyambutmu Aku hendak bersiap pergi Dan mempersiapkan pulang kembali Pagi.. Tadi malam aku mencari-cari sumber terang Sejauh mata memandang Yang banyak terhalang Tak sedikitpun tampak wajah rembulan Kau tahu pagi... Aku kembali masuk rumah Tanpa kecewa Dan lelap memeluk pulang Tapi pagi..  Beruntungnya kau masih pertemukan aku dengan wajahnya Dengan tanda rahmat Tuhan Dengan rembulan yang masih terang Meski langit mulai meninggalkan kegelapan Ĝ§Ù„Ĝ­Ù…ĜŻ Ù„Ù„Ù‡.... مĜ´Ĝ§ĜĦĜ§Ù„له... 17 Rojab 1442 H

Bukan Puisi?

Gambar
Aku ingin menulis puisi Di lembaran yang hampir sobek Aku ingin menulis puisi Tentang puisi yang telah berulang kubaca Aku ingin katakan pada para pembaca  Yang sebenarnya tidak ada Aku ingin katakan pada pembaca Yaitu si penulis yang sedang meracau dan hanya penikmat kata 'Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang?' Itu judul puisinya, karya dari yang ahli berpuisi Yang setiap aku merasa hampa Kata-kata didalamnya Tak bosan kuraba Aku cukup malas  Mengatakan pada sang pembaca  Tentang apa yang kurasa di kepala Aneh ya? Banyak buku yang kubiarkan terbaring dengan tubuh Namun puisi yang kubaca Lagi-lagi menggugah  Tentang segala hal yang kualami Tentang waktu yang menceritakan kisah pergi dan pulang Tentang perjalanan kembali pada Tuhan Kepada sang pembaca Yang mungkin memang nyata Aku hanya ingin katakan Aku menulis puisi di kertas yang sudah sobek sekarang... Kusandingkan dengan puisi yang benar-benar puisi Bukan puisi yang bukan puisi Seperti ini..  Yang sebenarnya meng...

Rangkuman Nama Ulama Terdahulu yang Produktif Menulis

Gambar
Ulama-ulama yang menghabiskan hari-harinya untuk membaca, menulis, dan menebarkan cahaya ilmu pengetahuan ( berkontribusi di masyarakat dan berkarya kitab-kitab) oleh KH. Husein Muhammad  1. Qadhi al-Qudhah Imam Abu Yusuf ( masa khalifah Al Mahdi 785 M, Al Hadi 786 M, Harun ar-Rasyid 809 M) 2. Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani ( lahir di Wasit, Irak. Belajar di Madinah dan Baghdad) 3. Al-Jahizh ( lahir di Bashrah, Irak) 4. Imam Ibnu Suhnun ( Lahir di desa Gadat, Qairawan, Maroko, Afrika Utara. Bermadzhab Maliki yang mayoritas dianut orang Maroko) 5. Imam Ubayd bin Ya'isy ( al-Kufi) guru imam Bukhari dan Muslim 6. Imam Ibnu Mundzir ( ( belajar di Mesir) 7. Imam Ibnu Jarir ath-Thabari ( Lahir di kota Amul, Tabaristan, Afghanistan. Merantau mencari ilmu ke Ray, Baghdad, Kufah, Bashrah, Fustat ( Mesir)). 8. Syaikh Ibnu Abi Hatim ar-Razi ( lahir di Ashbihan, pindah ke Ray, sebuah kota besar di Dailam, Persia) 9. Al-Hafizhah Karimah al-Marwaziyah ( ulama perempuan yang terke...

Pesan Buku 'Selamat Tinggal' Untukku

Gambar
  Pesan Buku 'Selamat Tinggal' Untukku Aku ingin menceritakan tentang pengalamanku membaca buku karya Tere Liye yang berjudul 'Selamat Tinggal'.  Awalnya saya menjelajah di dunia google book. Disitu, aku melihat ada buku terbaru karya Tere Liye yang bersampulkan biru. Aku ingin membacanya, entah kenapa saya langsung tertarik saat melihatnya. Namun niat membeli e-booknya aku tepiskan dan berniat jika suatu saat e-book itu dicetak dan diperjualbelikan, aku akan membelinya. Aku tak banyak baca buku, tapi sekali aku jatuh cinta dengan buku, aku akan membacanya dengan penghayatan dan tak akan cepat2 ku selesaikan, biar masih bisa menimang-nimang isi buku. Berlebihan ya? Suatu hari, jari tangan saya mengayunkan sosial media. Di sebuah halaman, ada gambar yang menarik hati saya. Yups, buku bersampulkan biru, karya Tere Liye yang berjudul 'Selamat Tinggal' telah dicetak dan diperjualbelikan. Cekatan jari jempol saya menyentuh layar handphone untuk buat pesanan....

Pertunjukan di bulan Januari

Gambar
Di atas panggung sana Terbentang pertunjukan awan-awan Satu per satu menampakkan keelokannya Sedangkan penonton di bawah Berdecak kagum, terpesona.. Di atas panggung sana Awan mulai bergerak menari Riang menjatuhkan air Dalam gelap dan terang Sedangkan penonton di bawah Menikmati nuansanya.. Meski kadang terkesiap oleh suara hentakannya.. Di atas panggung sana Tersembunyi bintang-bintang Karena awan terlampau menguasai panggung Dan cahaya bulan tetap menyoroti aksinya Sedangkan penonton di bawah Abai dengan pemandangan itu Kecuali sang perindu yang menatap sendu panggung alam semesta Waktu semakin naik Penonton di bawah lelah menyaksikan pertunjukan di panggung Hingga hanya ada sisa-sisa lelap Dan sedikit dari mereka Tak sengaja mendengar desiran ombak yang memecah sunyi Penonton di bawah semakin terlelap Karena lelah Mesin-mesin sesekali bersuara Terkadang siulan panjang ombak terdengar keras Burung-burung yang terbangun, ikut berkicau lembut mengiri...

Catatan Singkat Tahun 2020 part 6

 Dear November Lama aku memikirkanmu, hanya untuk menuliskan pengalaman berharga saat melalui hari-harimu.. Pandemi masih berlangsung.. Hari-harimu berat, hari-harimu penuh tantangan, hari-harimu hampir membuatku masuk dalam jurang keputus asaan, hari-harimu penuh perjuangan untuk tetap di jalur pertahanan, hari-harimu sangat melelahkan pikiran, hari-harimu penuh dengan kekhawatiran hingga air mata mengalir setiap malam.. Namun hari-harimu juga penuh pelajaran hidup yang amat bermakna.. Tepat di minggu pertama bulan November, aku mengalami gejala pilek yang tak biasa. Aku kehilangan indera perasa dan pembau. Yang akhirnya aku putuskan untuk memastikan lewat tes swab, dan tepat minggu ke dua bulan November, aku dikonfirmasi positif covid-19. Kecamuk pikiran dan perasaanku tak terelakkan. Meski aku mencoba beberapakali untuk menenangkan diri dengan terus positif thinking. Tapi, kecemasan kian menguasai diriku menjalani hari-hari isolasi. Satu hal yang membuatku overthinking,...

Catatan Singkat Tahun 2020 part 5

 Dear September dan Oktober...  Allah maha pengabul doa Dua bulan aku gelisah Karena hanya ingin berangkat ke sekolah dari rumah saja Hanya ingin terbebas dari dinding-dinding asrama Hanya ingin menikmati keramaian sepanjang jalanan  Dan istirahat di atas kasur yang berdipan Mengetuk pintu rumah saat pulang Dan mengecup punggung tangan orang tua saat pergi menjelang Keinginan-keinginan itu terkemas dengan doa yang terpanjat setiap hari Dan Allah merealisasi Dengan cepat aku menyiapkan diri Mencoba berani melangkah dan hadapi hari-hari Karena pilihan itu sudah lama  terpatri.. Aku belajar bahwa keinginan yang kuat, disertai doa dan rencana yang konsisten, membuat aku berani memutuskan untuk melangkah meski terasa sulit. A goal without a plan, it just a wish

Catatan Singkat Tahun 2020 part 4

 Dear Juli... Hidup ini serba pilihan Iya kan? Dan apa yang diprasangkakan Entah cepat atau lambat Allah mudah mengabulkan Seringkali itu yang kurasakan Hai Juli.. Waktu itu aku harus memilih Antara tinggal atau kembali Antara menolak atau menerima yang sudah pasti Karena semua itu soal menjalani And dear Agustus.. Aku kembali bercengkerama  Dengan kawan guru di sebuah asrama Meski  bulan-bulan dipenuhi rasa curiga Karena virus yang mencipta pandemi semakin tersebar di daerah Aku bersama kawan-kawan mempertahankan doa Dengan tetap belajar menjadi manusia berdaya Menghadapi hal yang tak pasti keadaannya Namun kami pegang teguh arah Yang akan kami tuju bersama Karena itu, tak ada kata menyerah Selalu berusaha merdeka Meski berkelit dengan pandemi yang banyak mengubah cara #SekolahIslamUmarHarun

Catatan Singkat Tahun 2020 part 3

Gambar
  Dear Mei... Hampir sepanjang hari Tepat di bulan suci Aku tak berhenti Meyakinkan diri Bahwa akan berakhir suatu saat nanti Masa pandemi ini Serambi menanti Kunikmati lampu warna warni Di hari yang fitri And dear Juni... Aku masih menanti  Akhir pandemi Tapi aktivitas dunia justru terhenti Angka pasien tak kunjung landai Aku sejenak abai Dan melanjutkan rutinitas lagi Di rumah sambil menarikan jari Layar ponsel, ku sering pelototi Demi terjalinnya komunikasi  Antara aku dan anak-anak lagi Untuk tetap belajar meski tanpa melangkahkan kaki Sepanjang itu, aku berpikir bahwa betapa manusia pintar beradaptasi..

Catatan Singkat Tahun 2020 part 2

Gambar
  Dear Maret.. Di nuansa malam yang hujan Yang semakin larut, dingin semakin mencekam Terkenanglah wajah-wajah gembira Berjalan-jalan dengan riang ceria Menikmati kebersamaan dengan murid-murid dan para walinya Berpetualang dengan riset yang terencana Menggoreskan pengalaman belajar yang berkesan Melukiskan proses belajar yang bermakna Hai Maret.. di tahun 2020 Aku mulai berani menjalin kerjasama Dengan para wali anak-anak  Untuk melangkah dalam satu visi yang berarti Tapi.... Kau Maret...Cukup mengguncang Indonesia Dengan fakta pandemi Hingga kebersamaanku dengan anak-anak dipaksa berhenti Dan aku belajar menerka-nerka keadaan karena berita-berita  And dear April Pandemi mulai beraksi Aku memutuskan waspada di rumah saja Meski masih merasa masih aman terkendali Kau April, selalu menjadi bulan spesial bagiku Karena ada satu hari di mana angka usiaku bertambah Semakin dewasa, semakin ada tantangan yang berbeda-beda Apalagi masa pandemi yang tak tahu arahnya Yang membuat se...