Catatan Singkat Tahun 2020 part 6

 Dear November

Lama aku memikirkanmu, hanya untuk menuliskan pengalaman berharga saat melalui hari-harimu..
Pandemi masih berlangsung..
Hari-harimu berat, hari-harimu penuh tantangan, hari-harimu hampir membuatku masuk dalam jurang keputus asaan, hari-harimu penuh perjuangan untuk tetap di jalur pertahanan, hari-harimu sangat melelahkan pikiran, hari-harimu penuh dengan kekhawatiran hingga air mata mengalir setiap malam..
Namun hari-harimu juga penuh pelajaran hidup yang amat bermakna..


Tepat di minggu pertama bulan November, aku mengalami gejala pilek yang tak biasa. Aku kehilangan indera perasa dan pembau. Yang akhirnya aku putuskan untuk memastikan lewat tes swab, dan tepat minggu ke dua bulan November, aku dikonfirmasi positif covid-19.
Kecamuk pikiran dan perasaanku tak terelakkan. Meski aku mencoba beberapakali untuk menenangkan diri dengan terus positif thinking.
Tapi, kecemasan kian menguasai diriku menjalani hari-hari isolasi. Satu hal yang membuatku overthinking, cemas jika menular ke keluarga dan teman-temanku. Aku tak menginginkan itu. Dan memikirkan gejala yang tak kunjung pulih selama hampir tiga minggu, sangat membuatku tersiksa.

Aku tak mampu sendirian mengendalikan mentalku yang lagi down saat itu. Aku putuskan untuk meminta bantuan pada saudari, teman dan guruku yang bisa membantuku untuk kuat bertahan dan bersabar. Alhamdulillah ada orang-orang yang peduli dan mengulurkan tangannya. Aku curahkan pikiran dan perasaan pada saudariku saat hari-hari isolasi. Aku mendapat semangat dan penguatan dari teman-teman dan guruku, Mama Nadia.
Aku sangat terbantu. Aku terus memikirkan hikmah dibalik peristiwa yang menimpaku. Aku mencoba telisik dan terus berusaha untuk menerima apa yang ditakdirkan Allah kepadaku di hari-hari bulan November. Aku tak begitu tenang saat ruku' dan sujud, aku tak begitu konsentrasi membaca ayat-ayat al-Qur'an, aku tak fokus saat membaca buku-buku, aku tak menikmati saat melihat drama dan film kesukaan, dan aku enggan menulis. Namun aku temukan ketenangan saat aku mengingat Allah yang maha Pengasih dan Penyayang, yang telah memberi banyak kenikmatan. Aku mudah menghayati lantunan ayat-ayat al-Qur'an dan sholawat Nabi yang kudengar. Aku menikmati kalimat doa-doa kepada Allah yang Maha mendengar dan Pengabul doa. Aku bahagia saat menafakkuri betapa nikmat dan rahmat Allah begitu luas. Aku damai dalam barisan tasbih dan rasa percaya dan pasrah diri kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Aku bertahan dengan doa dan terus berjuang menjaga imun tubuh. Hingga minggu terakhir November, aku diberi kesempatan untuk kembali beraktivitas. Meski gejala indera pembauku belum benar-benar pulih. Aku masih diselimuti sedih, namun aku iringi dengan rasa syukur dan doa-doa.
Karena aku percaya dan yakin. Allah memberikan yang terbaik, tinggal bagaimana diri ini menyikapinya.
Aku menyesal, atas keluhan dan kecemasan yang berlebih. Maafkan aku, Allahu Robbi, karena aku terlalu lemah menjadi hambaMu.
Dan terima kasih banyak, Allahu Robbi, atas segala pelajaran berharga yang Engkau paparkan melalui peristiwa-peristiwa alam..
Aku belajar dari peristiwa ini, bahwa kehilangan adalah cara terbaik mengingatkan manusia untuk menyadari dan mensyukuri nikmat-nikmatMu, ya Allah.. Entah itu cepat atau lama.

Dalam sisa-sisa hari pemulihan..
Aku hanya ingin terus mengingatMu.. الله..
Dan menemukan pelajaran-pelajaran hidup yang bermakna lagi untuk bekal masa depan..


Dear Desember...
Pandemi masih berlangsung...
Hari-hari berat karena dampak virus dalam tubuhku kian membaik dan pulih..
Waktu memang menyembuhkan luka..
Aku kian bahagia.. bersyukur mengingat betapa Allah memang mengabulkan doa-doa..
Keluargaku dijaga kesehatannya, dan aku diberi kesempatan kembali beraktivitas di dunia pendidikan.. Aku bertemu kembali kawan-kawan guru untuk belajar dan berjuang bersama..

Tubuhku memang terkadang masih rentan, namun aku kuat melangkahkan kaki dan menggerakkan segenap pikiran dan hati untuk pendidikan anak-anak lagi di tempat aku belajar dan bekerja..

Aku masih ingin terus pertahankan doa doa dalam barisan tasbih dan damai dalam rasa syukur kepada Allah, Tuhan semesta alam..

Akhir tahun 2020 dan tahun baru 2021.. Doa-doaku masih sama... Langkah-langkahku masih sama.. Menuju perubahan yang lebih baik..
Semoga komitmen dan konsisten sepanjang hayat..

الحمد لله... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia