Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Sedekah dan Perayaan Maulid Nabi

Gambar
Sedekah dan Perayaan Maulid Nabi Dalam tahun Hijriyah, bulan ini adalah bulan Rabiul Awal. Atau istilah lain versi orang Jawa adalah bulan Mulud yang berasal dari kata Maulud atau Maulid, yaitu bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Di lingkunganku setiap bulan Mulud datang, gema sholawat lebih banyak terdengar di mana-mana. Di masjid atau musala-musala, pengajian ibu-ibu, sekolah, bahkan playlist sendiri. Eh, tak bulan Mulud pun, sudah banyak gema sholawat. Dan aku bersyukur bisa mendengar sholawat setiap hari. Itu membuatku juga terdorong untuk ikut melantunkannya setiap hari. Ada beragam cara merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Meskipun sampai saat ini masih ada yang membahas tentang merayakan Maulid Nabi termasuk bid’ah. Aku tak akan membahas tentang itu. Tapi aku baru saja membaca postingan tentang sejarah perayaan Maulid Nabi di Instagram, dan itu menambah wawasanku. Beberapa hari yang lalu, di sekolah saya mengadakan acara peringatan Maulid Nabi. Acaranya membaca shola...

Daun yang Jatuh dan Bunga yang Mekar

Gambar
Hidup Terus berputar. Dan Akan Terus Berputar. Pagi yang tak terlalu cerah. Awan tebal perlahan menyelimuti. Angin menyambut diriku saat aku keluar rumah. Apapun cuacanya, aku harus tetap menyusuri hari.  Suasana hatiku damai. Dalam perjalanan, aku banyak mengamati alam yang terasa tidak tenang. Angin terus menggoyangkan dahan-dahan. Debur ombak terlihat dan terdengar berisik. Manusia sibuk lalu lalang dengan kendaraannya masing-masing. Senin pagi yang hiruk pikuk dan ramai.  Angin tak enggan-enggan menerpa tubuhku. Sesekali menggetarkan tanganku yang mulai kedinginan. Laju motorku ku pelankan. Dan aku mulai menikmati suasana teduh sambil menyanyikan lagu.  Aku melaju melalui banyak pohon-pohon yang mulai tampak kosong ranting-rantingnya. Daun-daun banyak yang beterbangan. Aku berhenti sejenak untuk menyaksikan pemandangan yang menawan. Di sanding pohon yang sudah berguguran daunnya, ada pohon yang justru mekar dengan bunga-bunganya.  Aih, daun yang jatuh tak pernah ...

Menyapa Rembulan Merah

Gambar
Kerinduan yang tercurahkan di Malam Gerhana Lama tak menyapa rembulan. Malamku banyak kuhabiskan di balik atap rumah. Hanyut dalam lelahnya jiwa setelah melalui naik turunnya waktu. Larut dalam rebahnya tubuh yang menuntut untuk rehat penuh dari padatnya hari. Mulai dari senja, aku sudah mendekap di ruang nyamanku. Menghibur diri dengan guliran konten yang tak berkesudahan. Jeda ketika panggilan untuk sujud berkumandang. Malamku cukup menenangkan. Tak jarang selepas Isya sudah lelap masuk ke alam mimpi yang bebas. Dan ketika membuka mata, sudah berganti nama hari. Tanggal sudah berganti angka. Dan jarum jam setia berjalan sesuai ritmenya, tak cepat dan tak lambat. Waktu selalu patuh untuk terus melaju tak peduli aku tersadar atau terlelap.  Dalam dekapan malam, aku menyadari kerinduanku. Aku rindu menyapa rembulan. Tapi kemalasan sungguh menyeretku untuk tetap tak beranjak dari nyamannya tempat tidur dan asyiknya menggulir layar ponsel. Aku terus membenarkan kemalasan ini karena le...