Daun yang Jatuh dan Bunga yang Mekar

Hidup Terus berputar. Dan Akan Terus Berputar.



Pagi yang tak terlalu cerah. Awan tebal perlahan menyelimuti. Angin menyambut diriku saat aku keluar rumah. Apapun cuacanya, aku harus tetap menyusuri hari. 

Suasana hatiku damai. Dalam perjalanan, aku banyak mengamati alam yang terasa tidak tenang. Angin terus menggoyangkan dahan-dahan. Debur ombak terlihat dan terdengar berisik. Manusia sibuk lalu lalang dengan kendaraannya masing-masing. Senin pagi yang hiruk pikuk dan ramai. 

Angin tak enggan-enggan menerpa tubuhku. Sesekali menggetarkan tanganku yang mulai kedinginan. Laju motorku ku pelankan. Dan aku mulai menikmati suasana teduh sambil menyanyikan lagu. 

Aku melaju melalui banyak pohon-pohon yang mulai tampak kosong ranting-rantingnya. Daun-daun banyak yang beterbangan. Aku berhenti sejenak untuk menyaksikan pemandangan yang menawan. Di sanding pohon yang sudah berguguran daunnya, ada pohon yang justru mekar dengan bunga-bunganya. 


Aih, daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Bagaimana ia mau membencinya, kulihat sendiri ia riang menari bersama angin. Meski ia tahu waktu akan tetap membuatnya jatuh, ketika angin memang sudah usai tugasnya.

Daun yang jatuh kulihat selalu pasrah. Karena ia tahu sudah diatur waktunya. Namun justru karena ia tergeletak di tanah, ia bisa menyaksikan bunga-bunga yang menawan rupanya di ranting yang dulu menyanggahnya hidup. 

Daun yang jatuh iri? Tidak. Ia tetap bersyukur bisa memandangi cantiknya bunga-bunga itu di posisinya. Dan ia juga tahu, bahwa suatu saat, secantik apapun bunga itu, di ujung atas mana pun bunga itu, jika sudah waktunya, jika berubah musimnya, mereka juga akan menari bersama angin dan jatuh di atas tanah. 

Dalam perjalanan ini, aku jadi manyadari satu hal. Di manapun dan bagaimanapun posisi diri sekarang, seperti daun gugur yang jatuh atau mekarnya bunga di ranting, kita hanya perlu menjalani, menikmati, dan menghidupkannya dengan rasa syukur, bukan? 

Karena pada akhirnya hidup terus berputar. Dan akan terus berputar hingga sang Penentu waktu mengusaikan putarannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia