air mata bening
Air Mata Bening Oleh : S_R ketika kilauan cahaya matahari menembus sela-sela susunan kayu rumah mbah Sarmi. Api kecil yang nyala di atas teplok pun mati. Ternyata sinar matahari tidak hanya menembus dinding kayunya saja, tapi juga sela-sela genteng. Bukan sela-sela lagi tepatnya, tapi dari lubang genteng yang sudah kelihatan rapuh. Dan itu membuat rumah mbah Sarmi yang kecil dan amat sederhana terang. Mbah Sarmi sudah bangun jauh sebelum fajar menyongsong. Di pagi hari itu tubuh ringkihnya bangkit untuk jalani aktivitas kesehariannya. Tak begitu berarti apa yang dilakukan mbah Sarmi, hanya mengumpulkan kayu bakar yang dipungutnya dari hutan dekat rumahnya. Dulu, ketika mbah Sarmi masih muda, mbah Sarmi sudah membantu ibunya mengumpulkan kayu bakar. Ketika itu kayu bakar yang sudah dikumpulkan kemudian dijual ke pasar, Karena masih banyak warga yang membutuhkan kayu bakar untuk mamasak. Penyusuran waktu yang kian lama dan jauh, membuat warga tak menghiraukan...