Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

air mata bening

Air Mata Bening Oleh : S_R ketika kilauan cahaya matahari menembus sela-sela susunan kayu rumah mbah Sarmi. Api kecil yang nyala di atas teplok pun mati. Ternyata sinar matahari tidak hanya menembus dinding kayunya saja, tapi juga sela-sela genteng.   Bukan sela-sela lagi tepatnya, tapi   dari lubang genteng yang sudah kelihatan rapuh. Dan itu membuat rumah mbah Sarmi yang kecil dan amat sederhana terang. Mbah Sarmi sudah bangun jauh sebelum fajar menyongsong. Di pagi hari itu tubuh ringkihnya bangkit untuk jalani aktivitas kesehariannya. Tak begitu berarti apa yang dilakukan mbah Sarmi, hanya mengumpulkan kayu bakar yang dipungutnya dari hutan dekat rumahnya. Dulu, ketika mbah Sarmi masih muda, mbah Sarmi sudah membantu ibunya mengumpulkan kayu bakar. Ketika itu kayu bakar yang sudah dikumpulkan kemudian   dijual ke pasar, Karena masih banyak warga yang membutuhkan kayu bakar untuk mamasak. Penyusuran waktu yang kian lama dan jauh, membuat warga tak menghiraukan...

surat lusuh bersama angin

Cerpen Surat lusuh bersama angin Oleh : S_R Aku hanya ingin memandangnya walau sekali. Rasa rinduku tak terbendung, kutumpahkan air mata berlimpah-limpah tetesan. Saking sesaknya dada ini karena rindu, aku tak bisa bernafas lancar. Aku tak bisa mengungkapkannya lewat ucapan, aku hanya bisa menulisnya di lembar kertas lusuh ini. Aku ingin menulisnya serapi mungkin, tapi apa daya, hanya pensil 10 cm inilah yang ada dan bersedia menjadi alat untuk mengungkapkan kata-kata hati di kertas yang bahkan tak layak untuk kujadikan surat. Aku memungut kertas bekas bungkusan nasi ini dari tempat sampah. Lumayan bersih, tak ada coretan-coretan. Meski sudah sangat lusuh tapi lumayan untuk di coretkan tinta. Bukan tinta, lebih tepatnya goresan pensil yang tak panjang lagi. Aku juga memungutnya dari anak-anak sekolah yang sudah membuangnya. Aku ingin sekali mengirim surat padanya yang entah di mana keberadaannya. Aku tak tahu arah mana perginya. Terakhir kali aku melihat wajah teduhnya saa...

rendah hati

Artikel Rendah Hati, Rendah diri atau Sombong??? Bicara tentang rendah hati, yang dalam bahasa Arab bi asa disebut Tawadlu’ sering dikaitkan dengan sifat sombong. Kedua sifat tersebut memang saling berlawanan. secara luas pengertian dari rendah hati atau Tawadlu’ adalah hati merasa semua kenikmatan hanya dari Allah, tidak merasa lebih unggul atau lebih baik dari hamba Allah yang lain, menjaga hati dari kesombongan dan pujian orang lain, serta menjaga amal agar senantiasa ikhlas karena Allah semata. Orang yang memiliki rasa rendah hati biasanya cenderung hidup sederhana dan tenang. Orang yang rendah hati selalu mengakui kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Di kitab Nashaaihul ‘Ibaad ada yang mengatakan “orang yang mengakui kelemahan diri akan terpuji selamanya dan pengakuan adanya kekurangan itu tanda diterima amalnya.” Pengakuan atas ketidaksempurnaan diri sendiri menunjukkan ketidaksombongan dalam diri. Allah berfirman : ß Š $ t 7 Ï ã u r Ç ` » u H ÷ q §  9 $ # š...

the power of dream

The P ower of D ream Oleh : S_R Mimpi di sini bukanlah mimpi bunga tidur atau kejadian yang terjadi dalam tidur. Mimpi di sini adalah harapan, cita-cita, target, dan imajinasi. Secara umum mimpi adalah deskripsi abstraktif yang merefleksikan asa seseorang tentang suatu keadaan, baik yang belum maupun yang akan dialaminya. Banyak manusia memahami arti mimpi dengan berbagai jenis. Mimpi yang muncul oleh daya cipta kita diolah menjadi rumusan imajinasi, dan imajinasi itu dibawa ke dalam dunia realitas. Imajinasi, harapan, cita-cita dan mimpi merupakan semacam visi yang berusaha mengarungi cakrawala luas. Dengan demikian imajinasi atau semacamnya bukan sekedar impian atau khayalan kosong. Mimpi harus dibedakan dengan fantasi, halusinasi, atau lamunan yang hampa. Mimpi, harapan dan cita-cita mempunyai visi dan orientasi serta lebih banyak dilakukan secara sadar. Kekuatan mimpi, harapan, cita-cita dan imajinasi banyak mempengaruhi aktivitas hari-hari kita. Dengan dorongan harapan,...