Kertas dan Pena Itu

 Kertas dan Pena itu



Aku membiarkan kertas itu kosong lagi
Ia terbengkalai dengan pena
Berdua menanti kisah lagi
Menanti curahan-curahan cerita

Pena itu hampa
Tak ada yang menggugah
Kertas itu mengeluh sepanjang waktu
Sampai kapan begitu?

Sang pemilik hanya menatap mereka berdua
Sedangkan tatapannya penuh dengan cerita
Entah sedih entah bahagia
Kemudian pergi berlalu saja

Kertas dan pena itu pernah berteriak "Sapalah kami"
Namun sang pemilik tak menghiraukan

Kertas dan pena itu sabar menunggu
Dengan menahan rasa cemburu
Mereka tahu fakta bahwa sang pemilik telah jatuh cinta dengan benda persegi panjang itu
Yang lebih banyak memancarkan cahaya


Kertas dan pena itu memilih berjalan arungi waktu
Sembari menunggu tumpukan kisah yang masih terpendam dalam kalbu

Bulu, 27 April 2022



Komentar

Nida NNK mengatakan…
Subhanallah. Bagus sekali mbak puisinya. 🥰
Ana Rodliyah mengatakan…
Makasih Nida.. Coretan harian😊

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia