Review Buku Life Traveler Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan
REVIEW BUKU
Judul Buku : Life Traveler Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan
Penulis : Windy Ariestanty
Penerbit : Gagasmedia
Memiliki hobi membaca buku membuatku tertarik membaca berbagai genre buku. Kali ini saya meminjam buku perpustakaan sekolah ke sekian kali untuk kuarungi kisahnya. Genre lifestyle kali ini yang kubawa pulang, hingga kubawa buku ini untuk menemani perjalananku selama hari libur.
“Windy membuat buku ini istimewa karena kepekaannya dalam mengamati dan berinteraksi. Ia juga seorang penutur yang baik, yang mengantarkan pembacanya dalam aliran yang jernih dan lancar. Dan bagi saya, itulah yang melengkapkan sebuah buku bertemakan perjalanan.” Ungkap Dewi Lestari, sang penulis untuk buku ini. Saya sangat setuju dengan pernyataan Dewi Lestari tersebut, dari pertama membaca pembukaan hingga saya mengkhatamkan buku ini, saya dibuat kagum oleh gaya penulis menuturkan kisah perjalanannya ke berbagai negara yang ia kunjungi. Bahasa Indonesia yang mengalir dibaca, mudah dicerna, dan menggambarkan peristiwa dengan diksi yang estetik. Setiap membaca kalimat per kalimat, saya bergumam ingin bisa menulis dengan tutur bahasa yang baik dan enak dibaca seperti itu. Dan tentu itu butuh proses panjang. Banyak membaca buku adalah salah satu cara terbaik untuk bisa menulis dengan baik.
Buku ini telah menemaniku sepanjang perjalanan liburanku. Sengaja saya bawa dan baca saat di kereta. Sensasinya tentu berbeda, membaca buku perjalanan saat melakukan perjalanan. Sungguh pengalaman yang mengasyikkan. Saat tepat sampai di halaman penulis menceritakan pengalaman berharganya di luar negeri seperti di Vietnam, Paris, Belanda, dan Swiss, saya juga merangkai pengalaman berharga di teduhnya alam Pemalang, Jawa Tengah. Berasa ditemani seseorang yang kemudian lihai menceritakan pengalaman liburannya. Begitulah membaca, kita seperti berbicara dengan seseorang yang bahkan kita tak tahu orangnya, namun kita tahu isi pikirannya lewat rangkaian kata-katanya.
Yang menarik lagi dari buku ini adalah disuguhi Traveler’s Tips. Jadi tidak sekedar cerita pengalaman, namun juga ditawari ilmu bepergian jauh. Dan bagian yang paling saya suka dari buku ini, penulis tak melewatkan pelajaran dari setiap peristiwa yang ia alami atau temui, penulis pandai mengemas pelajaran hidup yang ia ingin sampaikan di tengah panjangnya paragraf yang ia tuturkan. Seperti yang penulis sampaikan, “Manusia butuh jeda. Entah sejenak. Bisa juga sedikit lebih panjang. Tapi ini bukan persoalan waktu. Waktu tak lebih dan roda yang berputar dengan irama konstan, 24 jam sehari. Tak akan berlalu dengan laju yang lepas kendali. Semuanya sama.”
Berikut foto-foto sebagian dari isi buku ini ;





Komentar