Hanya Ingin Bersyukur
Hanya Ingin Bersyukur Hari terus berganti. Alhamdulillah, Allah telah memberiku hidup lagi. Tengah malam, namun nama hari sudah beralih dari Senin ke Selasa. Sayup-sayup aku membuka mata. Aku terbangun dan tersadar karena mendengar suara. Suara dari speaker musholla. Suara yang terdengar berat mengabarkan bahwa ke sekian kali ada keluarga yang berduka. Suara yang mengabarkan bahwa ada manusia lagi yang meninggalkan dunia. Suara yang mengabarkan para orang-orang tua di sekitar rumah mulai perlahan meninggalkan keluarga selamanya. Mulai meninggalkan para tetangga. Mulai berpulang menuju ke alam yang berbeda. Aku tahu kematian tak mengenal usia. Mau masih kanak-kanak, beranjak belia, saat dewasa, maupun sudah tua renta. Dia bisa datang dan dialami kapan saja. Itu memang sudah menjadi rahasia. Itu mengapa, selama masih diberi nikmat hidup dalam raga, di alam dunia, menghirup udara, menikmati semesta, sebagai hamba aku sadar harus lebih banyak syukurnya. Dengan melakukan kebaikan-k...