Perempuan dan Masa Penantian
Perempuan dan Masa Penantian Picture from Unsplash “ Perempuan tidak tertekan oleh kelajangannya, ia tertekan oleh pandangan dan perlakuan orang-orang sekitarnya terkait kelajangannya .” Kutipan dari buku ‘Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan.’ “ Kamu kalah dari dia (adik kelas), dia sudah menikah lebih dulu” . Komentar salah satu tetangga terhadapku. Ucapan itu terngiang di telinga hingga masuk ke hatiku sampai saat ini. Aku tidak sakit hati lagi, karena aku tahu maksudnya tidak ingin menyakiti hatiku, melihat ekspresinya itu obrolan basa basi yang sebenarnya mungkin ingin menyampaikan kepeduliannya terhadapku. Hanya saja caranya dengan melontarkan komentar yang melukai hati. Ucapan itu terngiang, mengapa aku dianggap kalah hanya karena belum menikah? Sejak kapan pernikahan itu menjadi ajang perlombaan antar perempuan? “ Kamu terlalu pemilih, semakin tua, nanti semakin sulit jodohnya .” Komentar lain yang pernah kudengar. Namun saat itu aku mengabaikannya. Awaln...