Hai.. Kau..

 



Hai.. 

Kau masih sendiri..
Meratapi hari-hari..
Hingga bahagia tersembunyi..
Dan kesedihan menyelimuti...

Hai..
Kau masih saja sendiri..
Merenungi yang terjadi..
Tak hentinya merintih..
Membuat lelah hati...

Cukup...
Sudah cukup kau terlukai..
Oleh prasangka-prasangka diri..
Jangan sayat lagi..
Tubuh yang layak untuk berlari..

Cukup..
Kau cukup hebat lewati ini..
Tak perlu ada yang disesali..
Karena yang lalu tak kembali..
Dan masa depan tak bisa dikendali..

Ayo..
Bangkit sajalah..
Dari keterpurukan yang kau cipta..
Dan terima yang di depan mata..

Ayo..
Pupuk harapan yang indah..
Dan temani dengan doa-doa..
Serta aksi yang nyata..

Apapun yang terjadi..
Kau harus berjuang dan bertahan..

Semoga bisa dinikmati hidup ini dengan sabar, syukur dan cinta dalam sanubari..

Aku ingin akhiri..
Dengan belajar dari peristiwa yang terjadi..
Saat ini.. 
Dan Allah, kupasrahkan diri..

Bulu, 24 November 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia