Si Empat Kupu-Kupu Yang Cantik
Di sebuah taman bunga
yang indah nan luas, ada banyak jenis kupu-kupu terbang dengan riang
mengelilingi di setiap sudut taman itu. beraneka ragam bunga mereka jelajahi.
Mereka hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Para kupu-kupu itu dengan
rukunnya saling bercengkerama.
Di taman itu, selain ada
kupu-kupu yang menikmati suguhan keindahan bunga, ada juga anak-anak kecil
bermain di area taman bunga bersama para keluarganya yang sedang piknik.
Anak-anak kecil banyak yang berlari-lari mengejar kupu-kupu. Sehingga banyak
kupu-kupu yang harus lekas terbang karena kaget. Bahkan tak sedikit kupu-kupu
yang tertangkap oleh anak-anak kecil tersebut. Meski mereka melepaskan kembali
kupu-kupu, namun itu hal yang tidak mengenakkan bagi kupu-kupu, apalagi jika
sayap kupu-kupu terluka.
Selagi anak-anak kecil
bermain lari-larian dan menangkap kupu-kupu, para orang dewasa justru terlihat
lebih santai. Mereka hanya menikmati pemandangan bunga dan kupu-kupu sambil
memotret ke sana ke mari. Ya, manusia dan kupu-kupu bersama-sama menikmati
keindahan taman tersebut.
Saat para manusia mulai
perlahan meninggalkan taman tersebut, banyak kupu-kupu yang berkumpul untuk
menghisap madu dari bunga-bunga dengan lebih leluasa. Di momen tersebut,
berkumpullah empat ekor kupu-kupu sedang bercakap-cakap, mereka saling
berkenalan. Kupu-kupu bersayap biru cerah memperkenalkan diri bahwa namanya si
Holly, kupu-kupu bersayap cokelat memperkenalkan diri namanya si Grayling,
kupu-kupu bersayap merah cerah bernama si Peacock, dan terakhir kupu-kupu
bersayap putih bernama si Small White. Mereka saling mengomentari keunikan
masing-masing. Mereka saling memuji keindahan warna sayap.
Saat empat ekor kupu-kupu
tersebut sedang asyik bercakap-cakap sembari menghisap madu dari bunga-bunga,
tiba-tiba ada anak kecil berambut keriting menghampiri mereka dengan pelan. Anak
kecil itu tidak terlihat akan menangkap kupu-kupu, tapi hanya melihat para
kupu-kupu yang hinggap di bunga-bunga sambil tersenyum. Empat kupu-kupu
yang tadinya bercakap-cakap, sejenak diam dan mematung sambil mengamati gerak
gerik si anak kecil berambut keriting itu yang mulai berjalan pelan ke sana-ke
mari, tak lama kemudian berjalan menghampiri empat kupu-kupu tersebut.
“Wah, kupu-kupu yang ada
di sini cantik-cantik, ada si biru, si merah dan si putih.” Seru anak berambut
keriting.
Mendengar komentar si
anak kecil berambut keriting itu, tiga ekor kupu-kupu yang disebutkan warna
sayapnya, yaitu si Holly, si Peacock, dan si Small White merasa sangat senang.
Mereka bertiga lantas memamerkan sayapnya dengan terbang mengelilingi si anak
kecil berambut keriting itu.
Namun, seekor kupu-kupu
yang bersayap warna cokelat, yaitu si Grayling justru merasa sedih. Karena dia
tidak disebut cantik oleh si anak kecil berambut keriting itu seperti
teman-temannya. Melihat keceriaan ketiga teman-temannya, si Grayling merasa
diabaikan. Akhirnya si Grayling memutuskan terbang untuk menyendiri di sebuah batu
yang ada di salah satu sudut taman bunga.
Beberapa saat kemudian,
ketiga ekor kupu-kupu akhirnya menyadari bahwa si Grayling terbang sendirian
meninggalkan mereka. Karena merasa ada hal yang tidak beres, akhirnya ketiga
ekor kupu-kupu tersebut mengikuti si Grayling terbang dan menemuinya.
“Apa yang terjadi Grayling? Tampaknya kamu sedih?” Tanya si
Holly.
“Tidak apa-apa, aku hanya
ingin terbang dan hinggap sendiri di bebatuan ini. Kalian bertiga bisa di taman
bunga sana bersama si anak kecil berambut keriting itu.” Jawab si Grayling
dengan wajah cemberut.
“Tampaknya kamu butuh
istirahat, Grayling. Dan mungkin kami bisa meninggalkanmu untuk menikmati waktu
sendiri dulu.” Kata si Peacock.
Akhirnya ketiga kupu-kupu
tersebut terbang kembali ke taman bunga. Sedangkan si Grayling malah semakin
sedih karena ditinggalkan dan teringat tidak dikatakan cantik oleh si anak
kecil berambut keriting tadi. Dia berpikir, apakah karena warna sayapnya yang
kecokelatan tidak tampak cerah seperti teman-temannya, sehingga tidak dikatakan
cantik. Memikirkan hal itu, si Grayling semakin larut dalam kesedihannya dan
tidak bersemangat untuk menemui teman-temannya karena kurang percaya
diri.
Saat si Grayling
memutuskan terbang lagi dan akan hinggap di pasir saja, tiba-tiba ada anak
kecil lain yang berambut lurus melihat si Grayling terbang. “Wah, kupu-kupu
cokelat itu unik dan cantik sekali, dia punya bintik hitam seperti mata, dan sayap
bagian dalamnya berwarna oranye.” Seru si anak kecil berambut lurus sambil
menunjuk si Grayling.
Si Grayling mendengar
komentar itu dan kemudian hinggap di pasir. Si Grayling merasa senang dan
bahagia mendengar komentar si anak itu. Kemudian dia menyadari sesuatu, bahwa
sebenarnya dia sama cantiknya dengan teman-temannya, si Holly, si Peacock, dan
si Small White. Hanya saja, kecantikan mereka berbeda-beda. Masing-masing
kupu-kupu punya keunikan sayap yang beragam. Si Grayling lantas memperhatikan
sayapnya yang tampak indah dan masih bisa terbang dengan kuat, hal itu membuat dia
menjadi percaya diri lagi. Si Grayling jadi belajar, kalau kecantikan tidak
diukur dari warna sayap yang cerah, juga tidak karena komentar orang lain. Tapi
kecantikan itu karena percaya diri dengan keunikan warna sayap dan kekuatan terbang
yang ia miliki.
Setelah momen itu, si
Grayling kemudian ingin menemui teman-temannya lagi dengan percaya diri dan
menghargai setiap keunikan sayap yang dimiliki dirinya dan teman-temannya. Si
Grayling akhirnya bisa terbang mengelilingi taman bunga indah itu dengan
perasaan bahagia.
( Nama kupu-kupu diambil dari nama jenis kupu-kupu yang ada di beberapa bagian belahan dunia. Sumber referensi dari buku ‘Spot 50 Butterflies & Moths/Fakta Penting Kupu-kupu dan Ngengat’).


Komentar