Memahami Sirah Nabi Muhammad Saw. dengan cara berbeda
Memahami Sirah Nabi Muhammad Saw. dengan cara berbeda
( Review buku 'Pengikat Surga' Karya Hisani Bent Soe)
Oleh : Siti Rodliyah
Ramadhan tahun ini kalau dikatakan berbeda, ya memang berbeda.
Sangat mencolok berbeda karena aktivitas di rumah lebih panjang dari biasanya. Bahkan sebelum ramadhan sudah di rumah karena masa masa pandemi.
Angan yang dulu pernah terbesit di pikiran tentang betapa alangkah menyenangkannya kegiatan di rumah, ternyata tak melulu seperti itu. Akan sangat bosan dan gabut jika tak ada target yang harus dicapai. Ya, selain urusan pekerjaan yang utama, tentu target pribadi sangat memicu semangat lebih.
Tak salah jika saya di rumah aja meraih buku yang berjudul "Pengikat Surga" untuk target membacanya hingga khatam. Sejak dulu membelinya, saya masih ogah-ogahan menyentuhnya. Karena saya tahu ini novel berat, cerita tentang sejarah.
Di awal ramadhan, saya sudah punya rencana ingin membaca tentang kisah sirah Nabi Muhammad Saw., karena saya pikir, banyak kisah perjalanan Nabi yang saya bahkan tak tahu persis meski pernah membaca dan mempelajarinya saat kecil. Buku tebal yang berjudul "Muhammad Sang Yatim" sudah aku pegang. Namun perlahan aku lepas karena membawanya saja sudah ogah, mungkin tebal dan terasa berat. Akhirnya saya hanya memutuskan untuk membaca "Pengikat Surga" saja. Buku yang bergenre novel, menceritakan tentang kisah perjalanan Nabi Muhammad Saw. dengan sudut pandang tokoh lain yang hidup semasa Nabi Saw. Yaitu Asma binti Abu Bakar.
Sudah banyak review dari buku ini ternyata, tapi saya ingin tetap menuliskannya dengan menuangkan pengalaman saya. Penulis buku ini adalah Hisani Bent Soe ( Nama pena). Perempuan Cimahi yang suka dengan al-Qur'an dan sejarah. Tak heran jika dia menuliskan sejarah dikemas bahasa novel. Sebagai pembaca, saya cukup senang karena mendapatkan banyak pengetahuan dan pemaknaan sejarah melalui cerita dari sang tokoh Asma binti Abu Bakar, tokoh utama buku ini dengan bahasa dan alur cerita sebagaimana genre novel. Di sini saya mempelajari bahwa kisah-kisah penting perjalanan Nabi Muhammad Saw. bisa saja diambil dari sudut pandang tokoh mana saja yang menyaksikan kehidupan beliau. Karena mengambil cerita sejarah yang memang berdasarkan bukti sejarah, tentu tak lepas dari orang-orang sekelilingnya Nabi atau Rasulullah. Sebut saja Film Umar bin Khottob yang ditayangkan di MNC TV setiap jam sahur, film itu juga mengisahkan perjalanan perjuangan Nabi Muhammad Saw. dengan sudut pandang tokoh sahabat beliau Umar bin Khottob.
Saya ingin fokus di buku ini. Karena buku ini diambil dari sudut pandang Asma binti Abu Bakar sebagai tokoh utama yang menceritakan sirah Nabi Muhammad Saw., tentu juga tak akan terlepas menceritakan kisahnya sendiri yang sezaman. Asma adalah putri sahabat Abu Bakar dan Ummu Ruman yang hidup di Makkah. Asma adalah sosok sahabat kecil Ruqayyah putri Nabi Muhammad Saw. dan seorang kakak perempuan Aisyah binti Abu Bakar, istri Rasulullah.
Dalam perjalanannya menceritakan tentang Rasulullah dan ayahnya, Asma merupakan istri dari sahabat Zubair bin Awwam. Kisah jatuh bangunnya bersama Zubair juga tak lepas dari ceritanya sebagai pengisah di buku ini.
Bab per bab buku ini sebenarnya kalau saya cocokkan dengan alur Sirah Nabi yang ada di kitab Tarikh al-Nabiy Muhammad Saw., juga runtut sebagaimana peristiwa sirah Nabi. Hanya saja bahasanya lebih ke genre novel atau sastra hingga mungkin pembaca juga harus jeli dan menelaah ini bagian sirah Nabi yang mana. Dalam tulisan ini, saya ingin menggambarkan poin perjalanan Rasulullah mana saja yang diceritakan.
Mulai dari bab pertama awalnya persahabatan.
1. Menceritakan hubungan Asma binti Abu Bakar dan Ruqayyah binti Muhammad Saw.
2. Turunnya wahyu pertama Nabi Muhammad Saw., dan tentang uzlah Nabi Saw. di gua Hira'
3. Masih dalam momen turunnya wahyu pertama Rasulullah. Nabi Muhammad Saw. dikabarkan sebagai Rasulullah dan dipastikan oleh Waraqah bin Naufal.
4. Persoalan keluarga Abu Bakar dan Asma putrinya. Mereka bersaksi dan ikut agama tauhid Rasulullah.
5. Malaikat Jibril menemui Rasulullah dan menyampaikan ayat al-Qur'an pertama ( Iqra' ) pada 17 Romadhon
6. Kesaksian orang-orang masuk Islam pertama kali dan pemberontakan Abu Lahab
7. Dakwah sembunyi-sembunyi
8. Cobaan Nabi menghadapi orang-orang yang menentang Islam
9. Hamzah, paman Nabi masuk Islam
10. Intimidasi kafir Quraisy Makkah terhadap Rasulullah
11. Hijrah ke tanah Habasya ( Afrika ) pertama kali
12. Islamnya Umar bin Khottob
13. Pulangnya sahabat dari tanah Habasya
14. Perjanjian dan pemboikotan Bani Abdi Manaf
15. Strategi dakwah
16. Wafatnya Sayyidah Khodijah dan paman Nabi, Abu Thalib
17. Utusan Najran
18. Peristiwa Isra' Mi'raj ( tahun 11 kenabian)
19. Pernikahan Nabi dengan sayyidah Aisyah
20. Mulai keislaman orang Yatsrib/Madinah
21. Hijrah ke Yatsrib/Madinah
22. Nabi Muhammad dan Abu Bakar di gua Tsur
23. Piagam Madinah
24. Perang Badar
25. Peranh Uhud
26. Perang Khondak
27. Perjanjian Hudaibiyah dan Perang Khaibar. Tahun ke 7 Hijriyah
28. Tahun ke 11 Hijriyah, Rasulullah wafat di Madinah
29. Kekhalifahan Abu Bakar
30. Kekhalifahan Umar bin Khottob
31. Kekhalifahan Utsman Bin Affan
32. Tentang kisah rumah tangga Asma binti Abu Bakar dan Zubair bin Awwam
Sengaja saya buat poin supaya lebih enak menuliskannya dan runtut membacanya.
Selesai membaca novel tersebut membuat saya tidak berhenti untuk tahu sirah Nabi Muhammad Saw. Tapi saya juga mencoba memahami makna dan pelajaran yang terdapat pada setiap peristiwa. Sirah Nabi Saw. juga menggambarkan turunnya ayat-ayat al-Qur'an secara berangsur-angsur mengiringi perjalanan Rasulullah. Dan memang banyak ayat yang terdapat Asbaabun Nuzul-nya. Memahami Sirah Nabi juga sangat penting untuk tahu turunnya ayat-ayat al-Qur'an.
Di sini saya sadar betapa pentingnya memahami sirah Nabi Saw. untuk lebih memahami al-Qur'an yang menjadi sumber ilmu dan hukum Islam. Yang menjadi pedoman umat muslim, sejak dulu sampai sekarang dan yang akan datang.
Kalau kata bu Najelaa Shihab dalam bukunya Semua Murid Semua Guru 1, yang intinya belajar sejarah Nabi Saw. seharusnya tidak hanya mempelajari masa lalu dan faktanya. Belajar sejarah apapun, sejatinya belajar tentang interpretasi sejarawan tentang fokus tertentu dari suatu peristiwa di masa lalu. Kita perlu mencoba mengenal sejarah Rasulullah Saw. menjadi bagian dari masa kini. Kita perlu memahami dan menginterpretasi peristiwa di kehidupan Nabi Saw. dengan yang dialami dan diamati saat ini. ( hal. 60)
Tidak lain halnya dengan menarik pelajaran dan yang bisa bermanfaat untuk kehidupan kita di masa kini.
Semoga tulisan review buku ini bermanfaat bagi pembaca, siapapun itu.
Semoga kelak kita mendapat syafaat Rasulullah dan diakui menjadi umatnya.
(اللهم صل على سيدنا محمد ( ٢٢ رمضان ١٤٤١ ه )
Komentar