Takut dan Harapan

Takut dan Harapan

Ragaku kuat dan tegak berdiri
Lantang berjalan ke sana kemari
Mata dan telinga normal menangkap informasi
Dan tangan masih terampil menulis puisi

Namun hati diliputi rasa takut
Pikiran terus bergelayut
Berkecamuk merenungkan keadaan
Yang membuat jiwa terasa mencekam

Bukan...
Bukan hanya takut menyebarnya virus korona
Dan karena melihat laba-laba
Takut yang menyergap dada
Semakin dalam saat melihat situasi dunia

Naif, bukan?
Kuakui memang takut
Hingga timbul resah dan khawatir yang akut
Keyakinanlah di sini yang berperan penting
Untuk bertahan dalam situasi genting

Manusia dibekali akal pikiran, kan?
Dan hati yang penuh rasa
Tak boleh berhenti dan menyerah
Terus bergerak mencari cara

Saya ingat perkataan...
Manusia adalah makhluk yang paling mudah beradaptasi
Meski itu merusak bumi
Demi solusi mempertahankan hidup ini

Allahu Robbi...
Maha Pengasih...
Aku sedang menghibur diri
Dengan membaca apa itu makna cinta
Namun, rasa yang amat indah itu
Belum benar-benar kuresapi dalam kalbu
Entah karena rasa takut yang masih menyelimuti
Atau belum sampai pada titik itu

Dalam benak yang paling dalam
Tanpa diminta selalu terbentang harapan-harapan
Dan meminta jiwa selalu dalam lindungan

Bulu, 19 Mei 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia