Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Mengendarai Motor

Gambar
  Belajar dari Peristiwa Mengendarai Motor Awal saat aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah dari rumah dengan mengendarai motor rasanya terus deg-deg-an dan takut. Gimana tidak? Aku benar-benar modal nekad untuk berani mengendarai motor di jalan raya yang belum terbiasa.  Rasa takut terus menyelimuti hatiku setiap kali akan berangkat ke sekolah dan pulang ke rumah. Pikiran dan perasaan berkecamuk, gimana nanti aku mengendarai motor di jalan raya? Gimana kalau ada truk-truk besar dan bus saling menyalip? Kalau aku jatuh bagaimana? Adakah yang menolong? Banyak pikiran buruk berkelebat di kepalaku.  Namun, aku terus berpikir, kalau aku terus takut seperti ini, kapan aku bisa melaju dan maju. Aku mencoba untuk terus menyingkirkan pikiran buruk dan berusaha berpikir positif sambil terus belajar dari kakakku untuk mengendarai motor dengan baik.  Di minggu-minggu pertama mengendarai motor, aku mencoba untuk tenang dan fokus. Tak kulupakan doa-doa sebelum dan sedang melaj...

Its Ok To be Ok

  ❤๐Ÿ‘ NGGAK APA-APA (Its Ok to be ok) Saya ingin cerita tentang pengalamanku hari ini.  Hari ini hari libur kerja saya, jadi aktivitas di rumah aja. Di rumah saya tinggal dengan dua ponakan saya yang masih kecil, yang satu umur 4 tahun setengah, yang satu umur 1 tahun dan menginjak tahapan latihan berjalan.   Entah saya melakukan kegiatan apa, dua ponakan itu _ngekor_ mulu๐Ÿ˜…. Kecuali kalau saya kegiatan di kamar dan saya tutup pintu kamarnya.  Eits, kenapa saya nulis judul 'Nggak apa-apa' di atas, karena saya dapet beberapakali special moment  dengan ponakan saya yang umur 4 tahun setengah, namanya Angga.  Setiap kali ada kejadian mengejutkan bagiku, dan membuat saya khawatir, si Angga selalu bilang 'nggak apa-apa'. Dan beberapa hari lalu seperti itu.  Seperti peristiwa-peristiwa hari ini ni, si Reyhan, ponakan saya yang umur 1 tahun, karena baru tahapan latihan berjalan, si Reyhan berjalan tanpa memperhatikan benda di sekitar, hingga dia seringka...
๐Ÿ›ต Jalan-jalan tanpa tujuan? Hari sabtu, sepulang belajar dan kerja dari sekolah, aku merasa ada yang kosong. Ah, masa' seperti ini terus? Seringkali aku pulang dan hanya ingin rebahan melepas lelah. Tapi lelahku tak terlalu terasa kali itu, hingga rasanya sedikit bosan melanda.  Sebenarnya masih lumayan seabrek target belajar dan kerja yang belum selesai, namun entah kenapa saya hanya ingin keluar dari lingkaran rasa penat.  Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kunci motor dan ingin melaju jalan-jalan ke bagian jalan selatan daerah rumahku, yang biasanya ramai orang2 berkendara motor dan memburu jajanan sore di sepanjang pinggir jalan.  Sempat aku urungkan niat itu saat akan menyalakan starter motor. Ada hal yang terkelebat, " _masa' sendirian jalannya?_", batinku.  Tapi beruntung ada si ponakan menghampiriku dan menanyakan aku akan ke mana? Aku bilang akan jalan-jalan. Si Angga akhirnya aku tawari untuk aku ajak jalan-jalan. Dengan senang hati dia mau.  Aku...

Ada Yang Kurang Tepat dengan Manajemen Emosiku

Gambar
  Ada yang kurang tepat dengan manajemen emosi(ku) Hari minggu yang sepertinya santai saja, ternyata banyak agenda yang butuh persiapan lebih. Namun akunya justru memilih tidak mempersiapkan lebih awal dengan pembelaan diri _menenangkan dan menyenangkan diri_.  Aku berpikir aku bisa mengatasinya saat datang hari itu, nyatanya aku _ewoh_ sendiri saat tahu agenda2 ringan seperti menjadi moderator diskusi online butuh banyak hal2 yang dipersiapkan di awal.  Hari minggu pagi di sekolah, aku harus menyelesaikan sharing pelatihan online tentang _manajemen emosi guru merdeka belajar_ yang aku ikuti programnya dan tuntas.  Secara teknis, lancar jaya acaranya. Tapi dibalik itu, aku berperang dengan emosi khawatirku sendiri, karena ekspektasi tinggi dan jatuhnya menuntut untuk selesai.  Aku mencoba redamkan emosi khawatir berlebih itu dengan mencairkan suasana guyon di tengah sesi sharing. Namun ekspresi dan gesturku tak bisa diajak kompromi. Aku tak bisa memanipulasi emo...

Hanya Lontaran Kata, Timbulkan Konflik.

Gambar
  Sebuah lontaran kata yang membuat anak berkonflik dengan temannya Saat tatap muka bersama anak2 di sekolah, rasanya butuh lebih menyiapkan diri daripada saat daring yang banyak komunikasi dengan orang tua.  Saat tatap muka di sekolah bersama anak2, pagi seusai berdoa, guru2 biasanya melakukan percakapan pagi dengan melingkar kecil, percakapan pagi  kami membahas apapun yang urgen dan antar anak bisa sharing pengetahuan atau pengalaman sesuai topik yang diangkat. Waktu itu kami mengangkat topik sesuai konteks pembelajaran hari itu, tentang arti saling menyayangi sesama saudara dan teman.  Tatap muka saat pandemi, susahnya harus bercakap2 di balik masker. Tapi kalau anak2,  masker ya lepas pakai lepas pakai๐Ÿ˜…. Guru menjadi alarm  anak2 untuk pake masker di saat seperti ini jadi nggak kalah penting. Saat saya tanya anak2 kelas 1 SD tentang contoh sikap saling menyayangi menurut mereka apa, banyak yang menjawab 'tidak bertengkar, tidak mengejek, dipeluk dan d...

Rembulan

Gambar
  *Rembulan* Aku bicara hari yang telah lalu Yang aku sendiri tahu Aku dalam perjalanan yang cukup jauh Kutempuh berkilo-kilo setiap hari Dengan sepenuh pikiran dan hati  Perlahan namun pasti Untuk tujuan yang telah aku patri  Rasa resah dan khawatir tak bosan menghampiri  Sudah kujebak dengan refleksi Tapi terus mengikuti Hingga kukatakan, pergi! Harapan, denganmu aku kuat Tapi denganmu juga aku merintih sesak Tanpamu, aku lemah Dan tanpamu juga aku hampa Cahaya yang kuharapkan ada yang hilang Namun, disaat cahaya mulai memudar  Ada cahaya yang tak menyilaukan nan indah Di atas sana... Yang membuatku ingin berhenti dari perjalanan Dan hanya ingin lama menyaksikannya...  Aku jatuh cinta dengan cahaya itu... Hingga ingin kupeluk dan ungkap rasa syukur. Rembulan...

Aku Suka Tokoh Ini

Gambar
  *Aku Suka Tokoh Ini* Dulu, aku jarang sekali membaca buku cerita anak-anak, apalagi menargetkannya. Biasanya aku memilih bacaan genre novel atau esai-esai, atau lebih memilih melihat drama korea. Namun sebenarnya aku ada rasa tertarik juga membaca buku cerita anak-anak. Apalagi saat kegiatan di sekolah.  Di sekolah saat ini, kegiatan literasi di pagi hari bersama anak-anak selalu aku manfaatkan dengan baik. Karena itu momen di mana aku bisa membaca buku genre anak-anak dengan semangat.  Buku anak-anak selalu menarik lagi dengan gambar-gambarnya. Semakin banyak gambar, semakin menarik untuk dilihat dan dibaca.  Saat berkegiatan di sekolah, lekas mataku tertuju pada buku yang gambarnya tak asing. Aku meraih buku itu, dan kubuka-buka dengan senyum mengerti ceritanya. Buku tentang cerita *MOANA*( karena memang aku sudah pernah melihat filmnya).  Sebelum memutuskan untuk membaca sendiri, tentu aku mengajak anak-anak untuk membacanya bersama. Dua anak laki-laki, mas...

Terik dan Hujan

Gambar
  *Terik dan hujan* Aku masih bicara yang telah lalu Karena seringkali kita menyadari sesuatu sekarang atas hal2 yang lalu.. Dan saat itu, terik masih belum berlalu.. Aku belajar dari peristiwa  yang kemarin baru saja tersesali Peristiwa menunda pekerjaan yang jelas-jelas tertulis harus selesai Namun akhirnya terbengkalai dan sulit terurai Ditemani musim terik yang menyengat hari-hari Banyak pilihan waktu, untuk melakukan hal-hal tertentu, sampai tercapainya apa yang ingin benar-benar dituju, meski masa depan aku tak tahu, namun musim sepertinya ingin berpindah lagu Sedia payung sebelum hujan, harusnya. Hanya saja kurang peka membaca keadaan. Berusaha menyadari apa yang berubah dari ritme kehidupan, ternyata tidak ada. Yang ada, akan datang musim penghujan.  Ternyata rintik air semakin deras seiring waktu. Ikut menyusuri aspal-aspal perjalanan. Menembus lorong gelap nan syahdu. Tak ingin hanyut dalam suasana meneduhkan. Harus bergerak memperbaiki kesalahan untuk tetap mel...