Aku Suka Tokoh Ini
*Aku Suka Tokoh Ini*
Dulu, aku jarang sekali membaca buku cerita anak-anak, apalagi menargetkannya. Biasanya aku memilih bacaan genre novel atau esai-esai, atau lebih memilih melihat drama korea. Namun sebenarnya aku ada rasa tertarik juga membaca buku cerita anak-anak. Apalagi saat kegiatan di sekolah.
Di sekolah saat ini, kegiatan literasi di pagi hari bersama anak-anak selalu aku manfaatkan dengan baik. Karena itu momen di mana aku bisa membaca buku genre anak-anak dengan semangat.
Buku anak-anak selalu menarik lagi dengan gambar-gambarnya. Semakin banyak gambar, semakin menarik untuk dilihat dan dibaca.
Saat berkegiatan di sekolah, lekas mataku tertuju pada buku yang gambarnya tak asing. Aku meraih buku itu, dan kubuka-buka dengan senyum mengerti ceritanya. Buku tentang cerita *MOANA*( karena memang aku sudah pernah melihat filmnya).
Sebelum memutuskan untuk membaca sendiri, tentu aku mengajak anak-anak untuk membacanya bersama. Dua anak laki-laki, mas Mukhlis dan mas Cholid dengan antusias mendekatiku dengan mata berbinar pada buku *MOANA*. _"Bu, ayo bacakan buku cerita ini"_, kata mas Cholid padaku.
Aku membaca cerita *MOANA* dengan suara lantang sambil menunjuk kata-kata yang aku baca, sekaligus untuk menstimulus anak belajar membaca kata. Namun mas Mukhlis dan mas Cholid itu memilih sibuk mengamati gambarnya yang apik.
Kata-kata dalam buku itu lumayan sulit dipahami mas Mukhlis dan mas Cholid, mungkin terlalu panjang hingga mereka tak sabar dan menanyaiku tentang gambarnya saja.
Aku coba melanjutkan kembali membaca ceritanya sambil menunjuk kata-katanya. Namun kemudian aku coba menceritakan kembali ke mereka. Yang akhirnya terjadilah obrolan asyik antara kami bertiga membahas cerita petualangan *MOANA* yang berlayar di lautan luas hingga bertemu tokoh *MAUI* di sebuah pulau dan akan membantu *MOANA* untuk mengembalikan hati Te Fiti ( Salah satu tokoh dalam cerita).
Saat aku mencoba menceritakan kembali sepenggal demi sepenggal kisah *MOANA* dan *MAUI* yang harus menghadapi tantangan dalam perjalanan, dan *MAUI* yang harus mengambil kail ajaibnya dari kepiting raksasa. Mas Mukhlis dan mas Cholid tak hentinya berdecak kagum dan saling melontarkan tanya tanda panasaran dengan cerita akhirnya.
_"Bu, kail itu apa?"_, tanya salah mas Cholid padaku. Aku juga belum begitu mengerti dan tahu caranya menjelaskan pada anak. Akhirnya saya memilih untuk mengajak mas Cholid untuk mencaritahu bersama apa kail itu.
Akhir cerita, aku mencoba tanya pada mereka berdua. Siapa tokoh yang kalian suka dari cerita *MOANA*?
Sebelumnya, aku juga mengungkapkan kalau aku suka tokoh Moana, karena dia gadis pemberani dan bertanggungjawab. Berani menghadapi tantangan dalam perjalanan berlayarnya dan bertanggungjawab untuk mengembalikan hati Te Fiti yang hilang.
Giliran mas Mukhlis dan mas Cholid mengungkapkan siapa tokoh yang disukainya, mereka berdua kompak bilang kalau suka tokoh Maui, hahaha..
Aku tanya kenapa kalian suka tokoh Maui?
Mas Cholid itu bilang, _"aku suka Maui karena dia punya kail ajaib yang bisa merubah wujudnya menjadi elang dan bisa terbang"_.
Mas Mukhlis bilang, _"Kalau aku suka Maui karena dia pemberani. Dia berani melawan kepiting raksasa yang mengambil kailnya dan tidak menyerah walaupun diinjak"_.
Ya, masing-masing kami punya kesukaan tokoh cerita dengan alasan yang berbeda pula.
Membaca cerita tidak hanya soal membaca, apalagi cerita fantasi. Tapi juga apa yang bisa diambil dari cerita itu, dan anak-anak akan cenderung mengidolakan tokoh yang menurut mereka keren.☺️
Sarang, 12 Oktober 2020

Komentar