Its Ok To be Ok

 

❤👍

NGGAK APA-APA

(Its Ok to be ok)


Saya ingin cerita tentang pengalamanku hari ini. 

Hari ini hari libur kerja saya, jadi aktivitas di rumah aja. Di rumah saya tinggal dengan dua ponakan saya yang masih kecil, yang satu umur 4 tahun setengah, yang satu umur 1 tahun dan menginjak tahapan latihan berjalan.  


Entah saya melakukan kegiatan apa, dua ponakan itu _ngekor_ mulu😅. Kecuali kalau saya kegiatan di kamar dan saya tutup pintu kamarnya. 


Eits, kenapa saya nulis judul 'Nggak apa-apa' di atas, karena saya dapet beberapakali special moment  dengan ponakan saya yang umur 4 tahun setengah, namanya Angga. 


Setiap kali ada kejadian mengejutkan bagiku, dan membuat saya khawatir, si Angga selalu bilang 'nggak apa-apa'. Dan beberapa hari lalu seperti itu. 


Seperti peristiwa-peristiwa hari ini ni, si Reyhan, ponakan saya yang umur 1 tahun, karena baru tahapan latihan berjalan, si Reyhan berjalan tanpa memperhatikan benda di sekitar, hingga dia seringkali tersandung, kalau nggak gitu nabrak2 jalannya😁. Beberapakali si Reyhan jatuh, dan saat saya melihat dia jatuh yang hampir mau tumbang badannya ke lantai, saya langsung spontan mengeluarkan suara keras dan bergegas mau mengangkatnya. Tapi si Angga yang disamping saya bilang, "tante, nggak apa-apa. Nggak apa-apa ya, dik?". Hadeh, benar saja, si Reyhan emang nggak apa-apa dan malah tersenyum. Akunya aja yang _over reaction_, padahal aku tahu kalau si Reyhan tahapannya gitu. Padahal juga udah diawasi🙈


Ada lagi, saat si Reyhan mencoba meraih gelas yang berisi air di atas meja, saat sudah meraih gelas, airnya tumpah ruah ke lantai. Si kakek sontak dengan suara keras menyampaikan kekhawatirannya, bahkan melarang meraih gelas di atas meja. Tapi si Angga, kakaknya si Reyhan, bilang, "Nggak apa-apa, nggak apa-apa" ( seperti mencoba menenangkan suasana). 

Aku yang menyaksikannya ikut berdamai dengan rasa khawatirku juga atas kejadian air tumpah. Akhirnya aku tersadar untuk bereaksi "nggak apa-apa" juga seperti Angga dan mencoba mengajak si Angga untuk mengelap lantai. 


Malam ini, saat aku selesai menulis di buku tentang _schedule_ untuk sharing pelatihan besok di sekolah, tiba2 si Reyhan menyobek pinggirnya dan mencoret2nya. Awalnya aku udah timbul rasa sebel, tapi si Angga yang disamping adiknya bilang, "Maap, nggak apa-apa, nggak apa-apa".


Sontak aku justru tertawa😅. Si Angga terlihat menenangkan aku dari tindakan adiknya. 


Duh, kok aku malah jadi terharu ya sama si kecil Angga. Dia selalu bilang, "nggak apa-apa" saat ada kejadian yang biasanya orang dewasa justru panik dan khawatir atas kejadian2 kecil, yang seharusnya emang nggak apa-apa jika nggak _over reaction_ dam bisa dicari jalan keluarnya dengan baik-baik. Jadi belajar dari si kecil nih, its ok to be ok.


Sekian dari tulisan saya hari ini☺️


Bulu-Bancar, 25 September 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia