Terik dan Hujan

 

*Terik dan hujan*

Aku masih bicara yang telah lalu

Karena seringkali kita menyadari sesuatu sekarang atas hal2 yang lalu..

Dan saat itu, terik masih belum berlalu..

Aku belajar dari peristiwa  yang kemarin baru saja tersesali

Peristiwa menunda pekerjaan yang jelas-jelas tertulis harus selesai

Namun akhirnya terbengkalai dan sulit terurai

Ditemani musim terik yang menyengat hari-hari


Banyak pilihan waktu, untuk melakukan hal-hal tertentu, sampai tercapainya apa yang ingin benar-benar dituju, meski masa depan aku tak tahu, namun musim sepertinya ingin berpindah lagu


Sedia payung sebelum hujan, harusnya. Hanya saja kurang peka membaca keadaan. Berusaha menyadari apa yang berubah dari ritme kehidupan, ternyata tidak ada. Yang ada, akan datang musim penghujan. 


Ternyata rintik air semakin deras seiring waktu. Ikut menyusuri aspal-aspal perjalanan. Menembus lorong gelap nan syahdu. Tak ingin hanyut dalam suasana meneduhkan. Harus bergerak memperbaiki kesalahan untuk tetap melaju.

Terik berlalu dan hujan mulai datang. Begitulah waktu untuk perjalanan.

Bulu-Sarang, 7 Oktober 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia