π΅
Jalan-jalan tanpa tujuan?
Hari sabtu, sepulang belajar dan kerja dari sekolah, aku merasa ada yang kosong. Ah, masa' seperti ini terus? Seringkali aku pulang dan hanya ingin rebahan melepas lelah. Tapi lelahku tak terlalu terasa kali itu, hingga rasanya sedikit bosan melanda.
Sebenarnya masih lumayan seabrek target belajar dan kerja yang belum selesai, namun entah kenapa saya hanya ingin keluar dari lingkaran rasa penat.
Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kunci motor dan ingin melaju jalan-jalan ke bagian jalan selatan daerah rumahku, yang biasanya ramai orang2 berkendara motor dan memburu jajanan sore di sepanjang pinggir jalan.
Sempat aku urungkan niat itu saat akan menyalakan starter motor. Ada hal yang terkelebat, " _masa' sendirian jalannya?_", batinku.
Tapi beruntung ada si ponakan menghampiriku dan menanyakan aku akan ke mana? Aku bilang akan jalan-jalan. Si Angga akhirnya aku tawari untuk aku ajak jalan-jalan. Dengan senang hati dia mau.
Aku kayak kencan sama si Angga, aku tanya dia mau ke arah mana kita jalan? Dengan polosnya dia bilang, " _lurus aja tan, nek ono belokan ya belok_" .π
Anehnya, aku menurutinya. Kami berdua melaju mengikuti jalan tanpa tahu dan menentukan arah tujuan. Meski seperti itu, entah kenapa rasanya senang. Senang lagi saat melihat banyak pepohonan sepanjang pinggir jalan. Menghirup udara segar dan angin yang sejuk menerpa wajah, hal itu membuatku semakin senang karena jarang sekali kurasakan udara segar seperti itu di sepanjang jalanan dari rumah ke sekolah.
Aku terus melaju mengikuti jalan dan melewati banyak orang yang beraktivitas sore, ada pemuda2 yang main sepak bola di lapangan, ada yang bersepeda, ada yang jaga toko, ada yang pulang ngaji, ada juga yang _angon_ memulangkan sapinya, dll. Namun aku tahu, bahwa meski jalan tanpa tujuan, kita tetap harus pulang. Akhirnya ada di titik jalan tertentu yang aku harus memutuskan untuk putar balik.
Perjalanan pulang, sayang jika melewatkan jajanan. Aku dan Angga akhirnya beli jajanan dulu untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga.
Malamnya, aku memikirkan kembali apa yang kulakukan sepanjang hari. Aku sudah berjalan dan berproses sesuai tujuanku dan tujuan tempat belajar dan kerjaku. Namun adakalanya kita jalan tanpa tujuan untuk sejenak istirahat melepas aktivitas yang sengaja menuntut kita.
Ya, jalan-jalan tanpa tujuan cukup diperlukan di waktu dan kondisi tertentu, sebenarnya bukan tidak ada tujuan, tapi jalan-jalan itu sendirilah tujuannya, asumsiku.
Bulu-Bancar, 26 September 2020
Komentar