Hujan di bulan Juli
Hujan di bulan Juli
Saat Juli mulai menyapa
hujan masih berani menari di pagi dan senja
Seperti sengaja menemani orang-orang yang hendak pergi dan pulang kerja
Sengaja menyemai rindu dalam dada
Sebagian manusia bergumam ini bulan Juli mengapa hujan masih saja membasahi tanah
Meski sebagian manusia masih berharap akan terus menikmatinya
Namun sebagian lagi mempertanyakan mengapa tak seperti biasanya?
Bukan tidak mau menyambut hujan, hanya saja terheran-heran
Juli terus berjalan masuk ke pertengahan
Hujan tak lagi begitu sering menyapa siang
Ia membiarkan terik mentari mengiringi manusia yang lalu lalang
Ia sejenak menghilang dan membiarkan manusia bilang, 'oh musim kemarau mulai datang'
Sebagian manusia mulai percaya diri menjemur pakaian di luar rumah
Tak lagi ada rasa ketar ketir tiba-tiba akan basah
Tak lagi khawatir jas hujan lupa tak terbawa
Tak lagi cemas jika payung tak tersedia
Namun sepertinya hujan tak bisa menahan diri untuk tidak menyapa lagi
Ia sembunyi-sembunyi datang di malam akhir Juli
Di saat banyak manusia sedang terlelap dalam mimpi
Di saat banyak manusia sedang memeluk diri
Ah, hujan memang masih mau bercengkerama
Kali ini dengan malam yang gulita
Dia hadir lagi dengan suasana gerah yang menjadi alarmnya
Aroma tanah basah yang menandai kehadirannya
Perlahan gemericiknya yang membisiki telinga
Dan sesekali gemuruhnya membangunkan lelapnya mata
Hujan di bulan Juli
Bukan mau menyaingi hujan di bulan Juni
Namun seakan ia tahu
Bahwa ada hati manusia yang butuh dipeluk
Bahwa ada jiwa manusia yang perlu diketuk
Dan hujan hadir melerai hiruk pikuk
30 Juli 2025

Komentar