Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Senyum Itu Membuat Cantik

  Perempuan mana yang tak ingin merasa cantik dan dibilang cantik. Terlepas dari definisi cantik itu relatif untuk masing-masing orang. Terlepas juga dari standar kecantikan dari masyarakat tertentu. Selepas dari mengajar, saya dan beberapa kawan guru ngobrol santai sambil makan siang di ruang istirahat guru. Saya mengomentari salah satu teman saya yang terlihat cantik dengan gaya kerudung barunya. Dia tersenyum sambil tersipu malu dan menjelaskan bahwa hari itu dia memberanikan diri untuk memakai kerudung barunya karena ingin mencoba hal baru. Wajah temanku polos tanpa polesan make up. Tapi saya dan kawanku yang lain sepakat bahwa temanku itu terlihat cantik dengan gaya kerudungnya yang baru ditambah terlihat sering tersenyum. Saya dikomentari balik oleh teman saya. Dia bilang suka melihat saya saat siang itu karena lebih banyak tersenyum dibanding pagi hari kala itu. Katanya saya terlihat lebih cantik siang itu padahal bedak di wajah sudah luntur alias hilang dan bibir sudah ...

Aku Iri Pada Anak Kecil yang Meminta Topeng

Aku duduk di bangku pinggir jalan Berdiam diri mengamati manusia yang berlalu lalang Hingga mataku tertuju pada penjual topeng mainan di seberang Penjual topeng yang ceria menawarkan dagangannya ke setiap orang tua dan anak kecil yang berjalan melewatinya Namun, belum satu pun orang yang tertarik membelinya Penjual topeng menghelas napas panjang Mengusap satu per satu topeng mainan yang dipajang dengan tatapan penuh harap ada yang menukarnya dengan uang (Ah, apakah aku harus membeli topeng mainan itu untuk diriku?) Tak berselang lama Ada satu anak kecil mendekat ke penjual topeng itu Ia bersemangat ingin meraih salah satu topeng yang terpajang Tapi ibunya dengan cepat menarik lengan anak kecil itu untuk menjauh Anak kecil itu merengek untuk dilepaskan Ia bilang ingin topeng mainan itu Sang Ibu tersenyum manis pada putrinya dan kemudian bilang bahwa masih banyak mainan di rumah Anak kecil itu tak peduli perkataan ibunya. Ia menangis kencang karena merasa keinginan memiliki topeng mainan...

Membeli Bensin Vs Membeli Waktu

  Waktu Adalah Uang, Ternyata Itu Soal Prioritas dan Manajemen Waktu   Matahari tampak sudah tinggi. Cahayanya sudah terasa menyengat di kulit. Jam dinding menunjukkan pukul 06.55 WIB. Pikiran saya yang semula tenang menjadi tidak tenang. Perasaan saya gugup karena saya menyadari akan terlambat sampai sekolah jika saya tidak bergegas. Tanpa pikir panjang saya menyalakan sepeda motor untuk segera berangkat. Ketika saya melihat jarum indikator bensin yang akan menyentuh huruf E, saya menghela nafas untuk semakin menenangkan pikiran dan perasaan saya. Saya mantap berdoa sebelum berangkat. Di sepanjang jalan, saya resah melihat indikator bensin motor yang semakin menyentuh huruf E. Dalam hati saya terus bergumam untuk segera sampai di pom bensin sambil menyetir dengan kecepatan yang stabil. Sesampai di pom bensin terdekat. Saya kembali menghela nafas melihat tidak ada pegawai pom bensin yang berjaga karena ganti shift. Akhirnya saya bergegas melanjutkan perjalanan untuk me...