sinar



Sinar karenamu
Senandung kehidupan berdendang...
Suarakan kata di balik dada...
Memejam mata menyembulkan sinar di balik batok kepala...
Kaki melangkah pelan lewati masa...
Tanganku menari di atas panggung sandiwara...
Tubuhku rebah di naungan pasti...
Harapan tetap tersimpan meski waktu telah berlalu...
Impian tetap terjaga meski mata tak lagi menatap...
Keteguhan hati bagai karang di lautan terlalu sukar...
Kesetiaan hari-hari bagai matahari mengitari bumi terlalu sulit...
Kosongnya alam saraf terlalu menyebar ke penjuru abad...
Meski banyak sinar tercipta dari batok kepala...
Tetap terlalu sedikit tuk menutupi sinaran lain yang tak terungkap...
Wahai yang ada di dalam tubuh...
Tak sadarkah engkau terlalu angkuh tuk berjalan?
Terlalu naif tuk berbuat?
Terlalu besar ucapan tuk berkata?
Apakah karena terlalu banyak materi di naungan planet ini?
Atau bahkan terlalu luas jagat panggung sandiwara ini?
Apa hidup itu harus ada masalah?
Kenapa selalu begitu?
Nafas tetap berhembus pelan lalui dua lubang...
Darah tetap mengalir lewati sel-sel tubuh...
Jantung pun masih mendetakkan dirinya...
Naluri ingin tahu tak pelak yang mendorongmu tuk mencari
Mencari apapun itu...
Ilmu...
Kau terlalu banyak untuk dapat dipahami oleh diri
Terlalu rumit untuk dicari oleh jiwa...
Namun kau tetap tak bisa ditinggalkan...
Bahkan tak boleh...
Tak ada arti gerangan jasad sempurna...
Tanpa membawamu Ilmu...
Capek? Itu pasti...
Bosan? Itu selalu...
Putus asa? Itu pernah singgah di benak..
Tapi karenamu pula, diri takkan berhenti..
Takkan berhenti jejakkan kaki untukmu..
Takkan lelah jalani hari karenamu...
Karena engkau wahai Ilmu...
Adalah sebuah cahaya yang mengantar pada harapan
Yang menjemput untuk wujudkan impian...
Ilmu apapun itu...
Yang jelas.. ilmu yang tepat dan manfaat...
 S_R                                                                

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia