Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Catatan Singkat Tahun 2020 Part 1

Dear Januari Tak banyak ingatan tentangmu Jam, tanggal 1 sampai 31 kulewati begitu saja Waktu mengalir dan melewati memori Ah, aku sedikit ingat Betapa seriusnya membuat rencana-rencana Dan rasa bahagia dalam berharap Untuk menggapai impian Meski diri belum tahu saat itu Jalanan apa yang akan dilalui Namun, ada kekuatan yang bahkan aku rasakan sampai sekarang Kekuatan percaya Percaya masa depan yang cerah Alhamdulillah.. And dear Februari... Tahun ini kau berjumlah 29 hari Memori tentangmu juga tak banyak Apa mungkin karena rutinitas yang kunikmati begitu saja? Bersama kawan-kawan belajar dan berjuang di sekolah Bercengkerama di asrama Eits, satu rasa yang kuingat.. Jatuh cinta.. Dengan anak-anak yang mengajarkan aku arti masa kini dan masa depan 24 Desember 2020

Hai.. Kau..

Gambar
  Hai..  Kau masih sendiri.. Meratapi hari-hari.. Hingga bahagia tersembunyi.. Dan kesedihan menyelimuti... Hai.. Kau masih saja sendiri.. Merenungi yang terjadi.. Tak hentinya merintih.. Membuat lelah hati... Cukup... Sudah cukup kau terlukai.. Oleh prasangka-prasangka diri.. Jangan sayat lagi.. Tubuh yang layak untuk berlari.. Cukup.. Kau cukup hebat lewati ini.. Tak perlu ada yang disesali.. Karena yang lalu tak kembali.. Dan masa depan tak bisa dikendali.. Ayo.. Bangkit sajalah.. Dari keterpurukan yang kau cipta.. Dan terima yang di depan mata.. Ayo.. Pupuk harapan yang indah.. Dan temani dengan doa-doa.. Serta aksi yang nyata.. Apapun yang terjadi.. Kau harus berjuang dan bertahan.. Semoga bisa dinikmati hidup ini dengan sabar, syukur dan cinta dalam sanubari.. Aku ingin akhiri.. Dengan belajar dari peristiwa yang terjadi.. Saat ini..  Dan Allah, kupasrahkan diri.. Bulu, 24 November 2020

Si Empat Kupu-Kupu Yang Cantik

Gambar
  Di sebuah taman bunga yang indah nan luas, ada banyak jenis kupu-kupu terbang dengan riang mengelilingi di setiap sudut taman itu. beraneka ragam bunga mereka jelajahi. Mereka hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Para kupu-kupu itu dengan rukunnya saling bercengkerama. Di taman itu, selain ada kupu-kupu yang menikmati suguhan keindahan bunga, ada juga anak-anak kecil bermain di area taman bunga bersama para keluarganya yang sedang piknik. Anak-anak kecil banyak yang berlari-lari mengejar kupu-kupu. Sehingga banyak kupu-kupu yang harus lekas terbang karena kaget. Bahkan tak sedikit kupu-kupu yang tertangkap oleh anak-anak kecil tersebut. Meski mereka melepaskan kembali kupu-kupu, namun itu hal yang tidak mengenakkan bagi kupu-kupu, apalagi jika sayap kupu-kupu terluka. Selagi anak-anak kecil bermain lari-larian dan menangkap kupu-kupu, para orang dewasa justru terlihat lebih santai. Mereka hanya menikmati pemandangan bunga dan kupu-kupu sambil memotret ke sana ke mari. Ya, ...

Pelaut Tegar dan Si Anak Lumba-Lumba

Gambar
 Pelaut Tegar dan Si Anak Lumba-lumba Karya : Siti Rodliyah Suatu pagi di perkampungan nelayan, ada anak laki-laki kurus bernama Tegar berlari menyusuri pasir pantai. Tegar tidak mau ketinggalan perahu pamannya. Setiap libur sekolah, Tegar selalu ikut pamannya untuk pergi ke laut mencari ikan. Suara mesin perahu terdengar semakin keras, Tegar tambah bersemangat untuk berlari menuju ke perahu pamannya.  Setibanya di tepi laut, Tegar melihat pamannya sudah siap meluncurkan perahu. Tegar berteriak kepada pamannya, “Paman, paman, tunggu aku!”. Paman Tegar menoleh dan berhenti seketika untuk menunggu Tegar naik ke perahu.  “Ayo cepat Tegar, paman sudah siap berangkat,” teriak paman Tegar.  Tegar langsung menceburkan diri di air laut dan naik perahu. Setelah itu perahu paman Tegar meluncur menuju ke laut yang luas.  Perahu terus meluncur mengarungi lautan yang sangat luas, angin berhembus semakin kencang, suara mesin perahu terdengar sangat keras. Tegar dan pamannya m...

Pertunjukan Dini Hari

Gambar
 

Bougenville

Gambar
 Bougenville Kau selalu tampak berbunga Kau selalu mekar indah Tak pernah kudapati dirimu layu Apalagi semua bergugur jatuh Selalu ada yang bertahan Menemani tangkai dan dahan Sepertinya kau tak kenal musim Terik dan hujan, sama saja bagimu Bungamu tak henti hiasi hari Meski setiap waktu Angin perlahan menerbangkanmu Hingga kau terkapar di halaman dan tersapu Bulu, 8 November 2020

Mengendarai Motor

Gambar
  Belajar dari Peristiwa Mengendarai Motor Awal saat aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah dari rumah dengan mengendarai motor rasanya terus deg-deg-an dan takut. Gimana tidak? Aku benar-benar modal nekad untuk berani mengendarai motor di jalan raya yang belum terbiasa.  Rasa takut terus menyelimuti hatiku setiap kali akan berangkat ke sekolah dan pulang ke rumah. Pikiran dan perasaan berkecamuk, gimana nanti aku mengendarai motor di jalan raya? Gimana kalau ada truk-truk besar dan bus saling menyalip? Kalau aku jatuh bagaimana? Adakah yang menolong? Banyak pikiran buruk berkelebat di kepalaku.  Namun, aku terus berpikir, kalau aku terus takut seperti ini, kapan aku bisa melaju dan maju. Aku mencoba untuk terus menyingkirkan pikiran buruk dan berusaha berpikir positif sambil terus belajar dari kakakku untuk mengendarai motor dengan baik.  Di minggu-minggu pertama mengendarai motor, aku mencoba untuk tenang dan fokus. Tak kulupakan doa-doa sebelum dan sedang melaj...

Its Ok To be Ok

  ❤👍 NGGAK APA-APA (Its Ok to be ok) Saya ingin cerita tentang pengalamanku hari ini.  Hari ini hari libur kerja saya, jadi aktivitas di rumah aja. Di rumah saya tinggal dengan dua ponakan saya yang masih kecil, yang satu umur 4 tahun setengah, yang satu umur 1 tahun dan menginjak tahapan latihan berjalan.   Entah saya melakukan kegiatan apa, dua ponakan itu _ngekor_ mulu😅. Kecuali kalau saya kegiatan di kamar dan saya tutup pintu kamarnya.  Eits, kenapa saya nulis judul 'Nggak apa-apa' di atas, karena saya dapet beberapakali special moment  dengan ponakan saya yang umur 4 tahun setengah, namanya Angga.  Setiap kali ada kejadian mengejutkan bagiku, dan membuat saya khawatir, si Angga selalu bilang 'nggak apa-apa'. Dan beberapa hari lalu seperti itu.  Seperti peristiwa-peristiwa hari ini ni, si Reyhan, ponakan saya yang umur 1 tahun, karena baru tahapan latihan berjalan, si Reyhan berjalan tanpa memperhatikan benda di sekitar, hingga dia seringka...
🛵 Jalan-jalan tanpa tujuan? Hari sabtu, sepulang belajar dan kerja dari sekolah, aku merasa ada yang kosong. Ah, masa' seperti ini terus? Seringkali aku pulang dan hanya ingin rebahan melepas lelah. Tapi lelahku tak terlalu terasa kali itu, hingga rasanya sedikit bosan melanda.  Sebenarnya masih lumayan seabrek target belajar dan kerja yang belum selesai, namun entah kenapa saya hanya ingin keluar dari lingkaran rasa penat.  Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kunci motor dan ingin melaju jalan-jalan ke bagian jalan selatan daerah rumahku, yang biasanya ramai orang2 berkendara motor dan memburu jajanan sore di sepanjang pinggir jalan.  Sempat aku urungkan niat itu saat akan menyalakan starter motor. Ada hal yang terkelebat, " _masa' sendirian jalannya?_", batinku.  Tapi beruntung ada si ponakan menghampiriku dan menanyakan aku akan ke mana? Aku bilang akan jalan-jalan. Si Angga akhirnya aku tawari untuk aku ajak jalan-jalan. Dengan senang hati dia mau.  Aku...

Ada Yang Kurang Tepat dengan Manajemen Emosiku

Gambar
  Ada yang kurang tepat dengan manajemen emosi(ku) Hari minggu yang sepertinya santai saja, ternyata banyak agenda yang butuh persiapan lebih. Namun akunya justru memilih tidak mempersiapkan lebih awal dengan pembelaan diri _menenangkan dan menyenangkan diri_.  Aku berpikir aku bisa mengatasinya saat datang hari itu, nyatanya aku _ewoh_ sendiri saat tahu agenda2 ringan seperti menjadi moderator diskusi online butuh banyak hal2 yang dipersiapkan di awal.  Hari minggu pagi di sekolah, aku harus menyelesaikan sharing pelatihan online tentang _manajemen emosi guru merdeka belajar_ yang aku ikuti programnya dan tuntas.  Secara teknis, lancar jaya acaranya. Tapi dibalik itu, aku berperang dengan emosi khawatirku sendiri, karena ekspektasi tinggi dan jatuhnya menuntut untuk selesai.  Aku mencoba redamkan emosi khawatir berlebih itu dengan mencairkan suasana guyon di tengah sesi sharing. Namun ekspresi dan gesturku tak bisa diajak kompromi. Aku tak bisa memanipulasi emo...

Hanya Lontaran Kata, Timbulkan Konflik.

Gambar
  Sebuah lontaran kata yang membuat anak berkonflik dengan temannya Saat tatap muka bersama anak2 di sekolah, rasanya butuh lebih menyiapkan diri daripada saat daring yang banyak komunikasi dengan orang tua.  Saat tatap muka di sekolah bersama anak2, pagi seusai berdoa, guru2 biasanya melakukan percakapan pagi dengan melingkar kecil, percakapan pagi  kami membahas apapun yang urgen dan antar anak bisa sharing pengetahuan atau pengalaman sesuai topik yang diangkat. Waktu itu kami mengangkat topik sesuai konteks pembelajaran hari itu, tentang arti saling menyayangi sesama saudara dan teman.  Tatap muka saat pandemi, susahnya harus bercakap2 di balik masker. Tapi kalau anak2,  masker ya lepas pakai lepas pakai😅. Guru menjadi alarm  anak2 untuk pake masker di saat seperti ini jadi nggak kalah penting. Saat saya tanya anak2 kelas 1 SD tentang contoh sikap saling menyayangi menurut mereka apa, banyak yang menjawab 'tidak bertengkar, tidak mengejek, dipeluk dan d...

Rembulan

Gambar
  *Rembulan* Aku bicara hari yang telah lalu Yang aku sendiri tahu Aku dalam perjalanan yang cukup jauh Kutempuh berkilo-kilo setiap hari Dengan sepenuh pikiran dan hati  Perlahan namun pasti Untuk tujuan yang telah aku patri  Rasa resah dan khawatir tak bosan menghampiri  Sudah kujebak dengan refleksi Tapi terus mengikuti Hingga kukatakan, pergi! Harapan, denganmu aku kuat Tapi denganmu juga aku merintih sesak Tanpamu, aku lemah Dan tanpamu juga aku hampa Cahaya yang kuharapkan ada yang hilang Namun, disaat cahaya mulai memudar  Ada cahaya yang tak menyilaukan nan indah Di atas sana... Yang membuatku ingin berhenti dari perjalanan Dan hanya ingin lama menyaksikannya...  Aku jatuh cinta dengan cahaya itu... Hingga ingin kupeluk dan ungkap rasa syukur. Rembulan...

Aku Suka Tokoh Ini

Gambar
  *Aku Suka Tokoh Ini* Dulu, aku jarang sekali membaca buku cerita anak-anak, apalagi menargetkannya. Biasanya aku memilih bacaan genre novel atau esai-esai, atau lebih memilih melihat drama korea. Namun sebenarnya aku ada rasa tertarik juga membaca buku cerita anak-anak. Apalagi saat kegiatan di sekolah.  Di sekolah saat ini, kegiatan literasi di pagi hari bersama anak-anak selalu aku manfaatkan dengan baik. Karena itu momen di mana aku bisa membaca buku genre anak-anak dengan semangat.  Buku anak-anak selalu menarik lagi dengan gambar-gambarnya. Semakin banyak gambar, semakin menarik untuk dilihat dan dibaca.  Saat berkegiatan di sekolah, lekas mataku tertuju pada buku yang gambarnya tak asing. Aku meraih buku itu, dan kubuka-buka dengan senyum mengerti ceritanya. Buku tentang cerita *MOANA*( karena memang aku sudah pernah melihat filmnya).  Sebelum memutuskan untuk membaca sendiri, tentu aku mengajak anak-anak untuk membacanya bersama. Dua anak laki-laki, mas...

Terik dan Hujan

Gambar
  *Terik dan hujan* Aku masih bicara yang telah lalu Karena seringkali kita menyadari sesuatu sekarang atas hal2 yang lalu.. Dan saat itu, terik masih belum berlalu.. Aku belajar dari peristiwa  yang kemarin baru saja tersesali Peristiwa menunda pekerjaan yang jelas-jelas tertulis harus selesai Namun akhirnya terbengkalai dan sulit terurai Ditemani musim terik yang menyengat hari-hari Banyak pilihan waktu, untuk melakukan hal-hal tertentu, sampai tercapainya apa yang ingin benar-benar dituju, meski masa depan aku tak tahu, namun musim sepertinya ingin berpindah lagu Sedia payung sebelum hujan, harusnya. Hanya saja kurang peka membaca keadaan. Berusaha menyadari apa yang berubah dari ritme kehidupan, ternyata tidak ada. Yang ada, akan datang musim penghujan.  Ternyata rintik air semakin deras seiring waktu. Ikut menyusuri aspal-aspal perjalanan. Menembus lorong gelap nan syahdu. Tak ingin hanyut dalam suasana meneduhkan. Harus bergerak memperbaiki kesalahan untuk tetap mel...

INDONESIA?

INDONESIA?  Indah nian alam dan budayamu Nuansa perbedaan memang kental Dari sabang sampai merauke Orang-orang berkulit cerah atau gelap Namun tetap satu jua Emas dan mutiara Selalu tersimpan dalam kekayaan alam dan hati Impian dan harapan generasi bangsa untuk terus maju Akan selalu terpatri jua SALAM MERDEKA INDONESIAKU... Sarang, 17 Agustus 2020

Kisah Bendera di Depan Rumah

Kisah Bendera di Depan Rumah  Oleh : Siti Rodliyah Malam itu aku terbetik dalam hati untuk pulang. Kukemas sedikit demi sedikit barangku seperti baju dan buku di dalam tas. Guratan wajah tua itu tak henti-henti bergelayut di kepala. Entah kenapa?  Karena rindu yang lama terpendam dan menumpuk, atau karena cinta yang tak terucapkan sekian lama.  Aku melihat layar handphone yang tampak ada panggilan masuk, kuangkat dan suara laki-laki muda dari jauh menyapaku ramah, menanyakan kabar dan menyuruhku pulang, meski sejenak.  Tanpa berpikir panjang, aku mengiyakan. Besok. Aku akan pulang.  Esok harinya.  Di pinggir jalan raya yang bising,  aku mencoba menghentikan bus dengan lambaian tanganku. Bus terhenti dan melaju tanpa ragu setelah aku masuk.  Sekian menit lewat begitu saja, dan tahu-tahu aku sudah berada dalam rumah yang tak asing lagi. Kutemui kepala anak kecil sedang menikmati empuknya bantal. Aku tersenyum melihat si mungil itu tertidur pulas. Da...

Menulis Puisi

_Menulis Puisi_ Duh, lama ku tak benar-benar membaca dan menulis Sedangkan di sana Rindu semakin menumpuk Hingga dada lupa merasa sesak  Namun, pikiran penuh Hingga ingin tumpah dan muntah Lewat tinta Hanya saja, waktu terus menerobos Hilangkan jejak-jejak ide Inginku perlahan juga pudar Teralihkan wajah-wajah di bayangan Jangan salahkan kesibukan Dia tak tahu apa-apa Kau yang tak cukup pandai Memasak beras jadi nasi Dan selalu meniup api kecil Yang kadang sudah tersulut menyala Salam untuk diri Lekas perlahan berlari Sebelum detik jarum jam berhenti Dan jangan lupa Damaikan hati *Sarang, 11 Agustus 2020* ( Kadang juga ada hal-hal yang terlalu susah untuk diurai dan bisa dipahami hanya lewat puisi. -Najelaa Shihab-) ( Menulis membuat banyak hal yang semula susah diraba, menjadi lebih nyata. Di sisi lain, kata juga membuat banyak hal yang semula mudah dilupa, menjadi abadi di benak penulisnya.  Membaca bisa menjadi jendela ke petualangan menegangkan yang terjadi di luar lingkar...

Takut dan Harapan

Takut dan Harapan Ragaku kuat dan tegak berdiri Lantang berjalan ke sana kemari Mata dan telinga normal menangkap informasi Dan tangan masih terampil menulis puisi Namun hati diliputi rasa takut Pikiran terus bergelayut Berkecamuk merenungkan keadaan Yang membuat jiwa terasa mencekam Bukan... Bukan hanya takut menyebarnya virus korona Dan karena melihat laba-laba Takut yang menyergap dada Semakin dalam saat melihat situasi dunia Naif, bukan? Kuakui memang takut Hingga timbul resah dan khawatir yang akut Keyakinanlah di sini yang berperan penting Untuk bertahan dalam situasi genting Manusia dibekali akal pikiran, kan? Dan hati yang penuh rasa Tak boleh berhenti dan menyerah Terus bergerak mencari cara Saya ingat perkataan... Manusia adalah makhluk yang paling mudah beradaptasi Meski itu merusak bumi Demi solusi mempertahankan hidup ini Allahu Robbi... Maha Pengasih... Aku sedang menghibur diri Dengan membaca apa itu makna cinta Namun, rasa yang amat...

Memahami Sirah Nabi Muhammad Saw. dengan cara berbeda

Memahami Sirah Nabi Muhammad Saw. dengan cara berbeda ( Review buku 'Pengikat Surga' Karya Hisani Bent Soe) Oleh : Siti Rodliyah Ramadhan tahun ini kalau dikatakan berbeda, ya memang berbeda.  Sangat mencolok berbeda karena aktivitas di rumah lebih panjang dari biasanya. Bahkan sebelum ramadhan sudah di rumah karena masa masa pandemi.  Angan yang dulu pernah terbesit di pikiran tentang betapa alangkah menyenangkannya kegiatan di rumah, ternyata tak melulu seperti itu. Akan sangat bosan dan gabut jika tak ada target yang harus dicapai. Ya, selain urusan pekerjaan yang utama, tentu target pribadi sangat memicu semangat lebih.  Tak salah jika saya di rumah aja meraih buku yang berjudul "Pengikat Surga" untuk target membacanya hingga khatam. Sejak dulu membelinya, saya masih ogah-ogahan menyentuhnya. Karena saya tahu ini novel berat, cerita tentang sejarah.  Di awal ramadhan, saya sudah punya rencana ingin membaca tentang kisah sirah Nabi Muhammad Saw.,...

Tentang Rasa Dalam Balutan Puisi

_Fall in Love_ Awalnya hampa... Tak kunjung merasakan cinta Merasa kian semakin dewasa Dan hampa semakin menggema Di ruang dada... Waktu semakin menjawab Bahwa saat ini cintaku untuk anak-anak Aku jatuh cinta dengan anak-anak Ke sekian kalinya... Waktu semakin menjawab Bahwa hatiku juga mencari cinta Benar-benar cinta Untuk sang pencipta... ??? Atau makhluk yang tercipta... ??? I Believe in me... Sarang, 4 September 2019 _Waktu Berlalu, Kehidupan Bergerak_ Satu bulan telah berlalu... datanglah bulan baru 1440 H pergi... 1441 H datang menghampiri Tempat kembaliku masih sama Tempat aktivitasku tak berubah ( Pondok dan sekolah) Kawan-kawanku bertambah Anak-anak di sekitarku juga kian berbeda Sesekali masih tandang ke rumah Untuk memastikan bapak dan kakak bisa tertawa Kakiku semakin banyak langkah Dan pengalaman terus terangkai di kepala Terus berusaha menjalani hidup yang bermakna Meski sering juga membuang waktu sia-sia Aku hanya ingin terus bersyuku...

Bayangan Ibu

Bayangan Ibu Oleh : Siti Rodliyah Kisah sedih anak yang ditinggal ibunya meninggal mungkin sudah biasa, tapi itulah kisah yang aku rasakan. Aku tidak akan menceritakan bagaimana sedihnya diriku saat ditinggal ibu tercinta. Bagaimana rasanya dunia seakan runtuh saat menyaksikan jasad ibu terbujur kaku. Bisa dibayangkan betapa sedihnya keluarga yang ditinggal selama-lamanya oleh seorang yang disayangi, apalagi seorang ibu. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan rumah tanpa seorang perempuan yang terampil mengatur segala pernak-perniknya. Bisa dibayangkan pula seorang gadis remaja yang mulai menginjak belajar untuk bersikap dewasa kemudian tiba-tiba tertimpa ujian untuk langsung bersikap dewasa karena sang ibu yang biasanya menemani perjalanan gadis remaja tapi justru tidak ada di sampingnya. Ya, semua itu bisa dibayangkan, dan sangat dirasakan bagi mereka yang senasib. Aku ingat betul memori itu, memori yang sangat kuat hingga masih tertancap sampai aku menjadi perempuan dewasa dan mand...

Santri Berkarya Di Rumah Aja

Santri berkarya di rumah aja, kenapa tidak? Opini oleh Siti Rodliyah, S.Ag Kerja atau belajar di rumah aja di tengah pandemi ini adalah pengalaman pertama banyak orang. Kurang lebih satu bulan sudah masa ini terlalui. Dan hampir banyak orang mengharapkan pandemi ini segera berakhir dan mulai melakukan aktivitas seperti biasa. Meski tak dipungkiri, sebagian kita beraktivitas di rumah aja juga hal yang menyenangkan. Apalagi para santri yang biasanya senang libur di rumah atau pulang, he. Saya tidak akan panjang bicara tentang 'masa pandemi Corona', namun ada kaitannya. Karena saya juga mengalami masa kerja dan belajar di rumah aja saat ini. Saya ingin cerita pengalaman saya sebagai salah satu santri pondok al Anwar 3 putri. Biasanya kalau di rumah aja dan sudah ada aktivitas terjadwal jam kerja dan belajar online, mungkin saya bisa konsisten membuka-buka bacaan yang ada kaitannya dengan kerja, atau mungkin yang mahasiswa tentang materi kuliahnya. Namun biasanya kalau tidak ...

Puisi di Hari Puisi

*Di balik Pintu* Di balik pintu hari ini.. Ada sinar mentari yang tak silau Angin berhembus yang tak membelai Kicauan burung sayup-sayup Dan dedaunan berembun setitik Ingin rasanya menikmati udara di balik pintu Tapi pintuku masih tertutup erat Dan terlanjur enggan melepas mimpi Pintuku masih tertutup Tak mengizinkanku merebak angan Tak terkunci memang Tapi di luar sana sedang tak baik-baik saja Hingga pintuku teriak keras Cukup dibalikku saja Lihat dan pegang mimpimu Gerakkan tubuh dan pikiranmu mengikuti cita Aku hanya tertunduk lesu Dan menatap harap Bahwa dibalik pintu sana Akan baik-baik saja Dan jiwa manusia juga baik-baik saja.. Apalagi di bulan yang suci nan bersahaja Ramadhan yang tak biasa Namun doa dibalik pintu tak kan terputus dengan mudahnya... Bulu, 28 April 2020

Puisi Ulang Tahun ke 25

Gadis kecil yang pulang Layar yang tampak dari kejauhan itu Membuat gadis kecil menatap terpaku Di tepi pantai yang riuh Ombak bergulung menghampirinya Dan perlahan menjauhinya Begitu seterusnya... Gadis kecil dengan gaun baru Tersenyum melihat mata sayu dari jauh Mendekatinya dengan mengulum senyum indah Hingga terlihat tangan yang tak lagi kekar menggandeng tangan kecilnya Namun gadis kecil lekas melepas genggaman tangan hitam legam itu Menatap mata sayunya untuk memohon diizinkan pergi Tak lama... Cuma sebentar untuk bermain-main bersama teman kecil lainnya Sekali mendapat anggukan.. Gadis kecil itu menjauh pergi dan berlari Bersenang-senang dengan teman mainnya Gadis kecil itu terlalu lama bermain Hingga dia mencari-cari genggaman tangan itu lagi Dia ingin kembali menunggu di tepi pantai Namun ada teman yang mengajaknya kembali ke taman bermain Tamannya indah... Gadis kecil itu menyukainya Dia betah berlama-lama menikmati keindahan taman itu Bersama o...

PELAJARAN HIDUP DARI KISAH ANAK JALANAN

Lama tak menuliskan perasaan dan ide di blog ini. Saya memang selalu seperti ini. Kurang konsisten dan memegang target. Selalu saja tercecer ide2 dan kemudian menjadi puing-puing penyesalan dan menyesakkan pikiran. Karena ide hanya tertumpuk di kepala saja. Dan saat mulai beraksi menulis seperti ini, godaan luar biasa mendera. Malas. Ya itu, sangat membuatku benci karena seringkali seperti itu.  Namun saya juga sangat bertanggung jawab atas tugasku. Sebisa mungkin saya melaksanakan tugas pekerjaan dengan sepenuh hati dan pikiran. Di pertengahan April 2020 ini, masih di tengah Pandemi virus Corona. Sebenarnya saya mulai tenang atas wabah ini semenjak di rumah. Kerja di rumah. Meski kewaspadaan tetap ada. Karena saya yakin dengan menjaga sosial dari orang2 yang terpapar virus Corona, virus itu tidak akan sampai di masyarakat kami. Semoga saja tidak meluas dan segera berlalu virus Corona ini. Aktivitas di rumah bersama keluarga tak membuatku adaptasi terlalu lama. Karena di rum...