Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Perempuan Tanpa Ibu yang Bermimpi Menjadi Ibu

Gambar
  Pagi yang cerah membuatku semangat bangkit dari tempat tidur. Meski musim libur, jam bangun tetap sama dini hari. Langit terlihat tampak terang, seterang semangatku untuk kembali membaca tulisan-tulisan di Medium. Kala itu, aku membaca tulisan bu Dypa tentang Pernahkah dirimu bercita-cita menjadi ibu. Jawabanku pernah. Bahkan sudah hampir 10 tahun yang lalu aku menuliskannya menjadi salah satu daftar impianku. Beberapa waktu yang lalu, aku menghabiskan waktu sepanjang hari untuk membaca novel The Life List karya penulis Lori Nelson Spielman. Belum mengkhatamkannya, tapi beratus halaman kulahap kisahnya dalam sekali duduk saking asyiknya. Novel tersebut menceritakan seorang perempuan berusia 34 tahun yang harus mewujudkan daftar impiannya semasa remaja karena wasiat ibunya. Dan salah satu daftar impiannya saat remaja adalah jatuh cinta dan punya satu atau dua anak (menjadi ibu). Sepanjang membaca setiap paragraf novel itu, aku seperti bicara pada diriku sendiri. Ada beberapa bag...

Rumah Adalah Tempat Pulang

Gambar
Home alone . Tulisan itu terlintas di media sosial saat aku buka ponsel pagi ini. Pertengahan Desember adalah masa libur sekolah, dan saat ini aku sudah libur mengajar. Aku banyak meghabiskan me time di rumah, dan bahkan beberapa waktu lalu aku benar-benar di rumah sendirian. Waktu itu orang tuaku sedang menginap berminggu-minggu di rumah saudara. Waktu kecil, di rumah sendirian sungguh menakutkan bagiku. Karena aku terbiasa berinteraksi dengan banyak saudara di rumah. menginjak remaja, ada sedikit kesenangan bisa sendirian di rumah. Dan saat dewasa ini, ada rasa kelegaan dan kesepian secara bersamaan. Melegakan karena rasanya lebih bisa fleksibel. Apalagi saat libur, mau bangkit dari kasur dan bersih-bersih rumah bisa fleksibel, karena tak ada orang lain selain diriku. Mau makan, tinggal memasak sendiri atau bahkan beli di luar. Aku sangat bisa berdialog dengan diri sendiri. Namun rasa itu tak berlangsung lama. Biasanya sore hari rasa sepi sudah mulai menghampiri. Meski ada kawan cha...

Rindu yang Terobati di Hari Ayah

Gambar
  Rindu yang Terobati di Hari Ayah Kesepian itu sungguh menyesakkan Belum lagi ditambah rindu Sudah terbiasa memeluk kesendirian Namun kali ini lebih terasa pilu   Waktu terus berjalan ke depan tanpa pernah menoleh Bukan jenuh, tapi ada rasa aneh yang tertoreh Pulang dari mengajar, rumah tampak sepi Sapa ayah yang biasanya menyambutku, untuk sementara diganti sunyi Duh, ternyata diri tak sesiap itu ditinggal pergi Meski tahu hanya sementara   Kursi di depan TV tampak kosong tanpa ada yang singgah Aku hanya menatapnya karena merasa tak perlu duduk di sana Bayangan laki-laki tua sekelebat terlihat Namun aku cepat sadar bahwa itu hanya ilusi akibat dari rindu yang berat   Aku langsung menuju ke ruangan ternyamanku Mengabaikan sejenak ruang-ruang yang tak berpenghuni Tiba-tiba sosok ayah terus berputar-putar di kepalaku Dan hatiku bertanya-tanya, sedang apa beliau di sana? Ngobrol sama anak pertama dan cucunyakah? Atau lagi menye...

Menemukan Teman dan Klub Baca Buku

Gambar
Perjalanan Diri Membuat Klub Baca  Dokumentasi pribadi Aku tak begitu ingat sejak umur berapa mulai suka dengan buku. yang paling kuingat adalah memori masa SD di mana aku bosan di kelas karena jam kosong, kemudian aku ke perpustakaan yang berdebu dan menemukan satu buku usang yang membuatku menarik untuk membacanya. Dari situ aku rajin ke perpustakaan sekolah yang tak terawat, namun entah mengapa aku nyaman dan bersemangat karena mencari buku untuk bisa dibaca. Benar adanya, kamu hanya perlu mencari satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Kesukaan membaca buku itu berlanjut hingga aku dewasa ini. Semasa sekolah hingga kuliah aku suka berkunjung ke perpustakaan. Dan saat sudah menjadi guru sekarang, membaca buku sudah menjadi habit meski kadang naik turun. Namun bertahun-tahun hobi membaca buku, ada masa di mana aku justru malu dan enggan membaca buku di lingkungan luar sekitarku atau tempat umum. Bagi orang sepertiku, membaca buku adalah hal yang menyenangkan karena hobi. Na...

Jatuh Cinta Itu Menyenangkan, dan Melanjutkannya atau Tidak Itu Pilihan.

Gambar
  Ada saat di mana aku rindu merasakan jatuh cinta lagi. Karena aku tahu jatuh cinta itu menyenangkan. Saat jatuh cinta, hari-hari diliputi debar bahagia, berwarna, tidak hampa, membuat semangat saat melangkah, meski sementara. Aku ingat betul pengalaman itu. Tak usah jauh-jauh pengalaman saat masa remaja atau awal usia 20 an, tahun lalu aku merasakan itu, sepanjang tahun. Suatu waktu pulang dari aktivitas mengajar, aku girang dan hatiku berbunga-bunga karena merasakan jatuh cinta lagi setelah sekian lama tak pernah merasakan berseminya jatuh cinta dalam dada. Berbulan-bulan aku terbawa suasana indahnya jatuh cinta. Meski aku masih sendiri, tapi aku tak merasa sepi lagi karena diliputi rasa jatuh cinta. Dan itu mendorongku untuk semangat menjalani hari, membuatku semakin memperhatikan penampilan, dan membuatku ingin selalu bahagia. Pikiranku terngiang-ngiang oleh sosok laki-laki yang belum lama ku mengenalnya, yang entah mengapa membuatku jatuh cinta. Jatuh cinta yang menghiasi...

Belajar Kebaikan Melalui Dongeng

Gambar
Review Buku The Tales of Beedle The Bard Karya J.K. Rowling Berawal dari Bermain dengan Buku, aku memilih buku The Tales of Beedle The Bard untuk dibaca bulan lalu dan sekarang sudah selesai kubaca. Buku ini juga aku pernah review di acara bincang buku yang diadakan oleh sebuah klub baca di daerahku. Awalnya yang membuatku menarik dari buku ini adalah judul dan penulisnya. Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita ini menarik perhatianku untuk kembali membaca buku bergenre fiksi. Apalagi penulisnya J.K. Rowling, tentu bagi penggemar atau yang sudah pernah menonton atau membaca buku Harry Potter sudah sangat familiar dengan penulis besar J.K. Rowling dari Inggris ini. Tentang   Buku Buku ini berjudul The Tales of Beedle The Bard, ditulis oleh penulis J.K. Rowling yang diambil dari bagian cerita dunia Harry Potter, yaitu diterjemahkan dari Bahasa Rune kuno oleh tokoh Hermione Granger. Buku yang kubaca adalah versi terjemah Indonesia yang sudah dialihbahasakan oleh Nina Andiana dan Li...

Sedekah dan Perayaan Maulid Nabi

Gambar
Sedekah dan Perayaan Maulid Nabi Dalam tahun Hijriyah, bulan ini adalah bulan Rabiul Awal. Atau istilah lain versi orang Jawa adalah bulan Mulud yang berasal dari kata Maulud atau Maulid, yaitu bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Di lingkunganku setiap bulan Mulud datang, gema sholawat lebih banyak terdengar di mana-mana. Di masjid atau musala-musala, pengajian ibu-ibu, sekolah, bahkan playlist sendiri. Eh, tak bulan Mulud pun, sudah banyak gema sholawat. Dan aku bersyukur bisa mendengar sholawat setiap hari. Itu membuatku juga terdorong untuk ikut melantunkannya setiap hari. Ada beragam cara merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Meskipun sampai saat ini masih ada yang membahas tentang merayakan Maulid Nabi termasuk bid’ah. Aku tak akan membahas tentang itu. Tapi aku baru saja membaca postingan tentang sejarah perayaan Maulid Nabi di Instagram, dan itu menambah wawasanku. Beberapa hari yang lalu, di sekolah saya mengadakan acara peringatan Maulid Nabi. Acaranya membaca shola...

Daun yang Jatuh dan Bunga yang Mekar

Gambar
Hidup Terus berputar. Dan Akan Terus Berputar. Pagi yang tak terlalu cerah. Awan tebal perlahan menyelimuti. Angin menyambut diriku saat aku keluar rumah. Apapun cuacanya, aku harus tetap menyusuri hari.  Suasana hatiku damai. Dalam perjalanan, aku banyak mengamati alam yang terasa tidak tenang. Angin terus menggoyangkan dahan-dahan. Debur ombak terlihat dan terdengar berisik. Manusia sibuk lalu lalang dengan kendaraannya masing-masing. Senin pagi yang hiruk pikuk dan ramai.  Angin tak enggan-enggan menerpa tubuhku. Sesekali menggetarkan tanganku yang mulai kedinginan. Laju motorku ku pelankan. Dan aku mulai menikmati suasana teduh sambil menyanyikan lagu.  Aku melaju melalui banyak pohon-pohon yang mulai tampak kosong ranting-rantingnya. Daun-daun banyak yang beterbangan. Aku berhenti sejenak untuk menyaksikan pemandangan yang menawan. Di sanding pohon yang sudah berguguran daunnya, ada pohon yang justru mekar dengan bunga-bunganya.  Aih, daun yang jatuh tak pernah ...

Menyapa Rembulan Merah

Gambar
Kerinduan yang tercurahkan di Malam Gerhana Lama tak menyapa rembulan. Malamku banyak kuhabiskan di balik atap rumah. Hanyut dalam lelahnya jiwa setelah melalui naik turunnya waktu. Larut dalam rebahnya tubuh yang menuntut untuk rehat penuh dari padatnya hari. Mulai dari senja, aku sudah mendekap di ruang nyamanku. Menghibur diri dengan guliran konten yang tak berkesudahan. Jeda ketika panggilan untuk sujud berkumandang. Malamku cukup menenangkan. Tak jarang selepas Isya sudah lelap masuk ke alam mimpi yang bebas. Dan ketika membuka mata, sudah berganti nama hari. Tanggal sudah berganti angka. Dan jarum jam setia berjalan sesuai ritmenya, tak cepat dan tak lambat. Waktu selalu patuh untuk terus melaju tak peduli aku tersadar atau terlelap.  Dalam dekapan malam, aku menyadari kerinduanku. Aku rindu menyapa rembulan. Tapi kemalasan sungguh menyeretku untuk tetap tak beranjak dari nyamannya tempat tidur dan asyiknya menggulir layar ponsel. Aku terus membenarkan kemalasan ini karena le...

Perempuan dan Masa Penantian

Gambar
  Perempuan dan Masa Penantian Picture from Unsplash “ Perempuan tidak tertekan oleh kelajangannya, ia tertekan oleh pandangan dan perlakuan orang-orang sekitarnya terkait kelajangannya .” Kutipan dari buku ‘Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan.’ “ Kamu kalah dari dia (adik kelas), dia sudah menikah lebih dulu” . Komentar salah satu tetangga terhadapku. Ucapan itu terngiang di telinga hingga masuk ke hatiku sampai saat ini. Aku tidak sakit hati lagi, karena aku tahu maksudnya tidak ingin menyakiti hatiku, melihat ekspresinya itu obrolan basa basi yang sebenarnya mungkin ingin menyampaikan kepeduliannya terhadapku. Hanya saja caranya dengan melontarkan komentar yang melukai hati. Ucapan itu terngiang, mengapa aku dianggap kalah hanya karena belum menikah? Sejak kapan pernikahan itu menjadi ajang perlombaan antar perempuan? “ Kamu terlalu pemilih, semakin tua, nanti semakin sulit jodohnya .” Komentar lain yang pernah kudengar. Namun saat itu aku mengabaikannya. Awaln...

Agustusan Tidak Sekedar Lomba

Gambar
  Agustusan Tidak Sekedar Lomba Memaknai Kemerdekaan Lebih Dalam Lagi Merayakan kemerdekaan sedang ramai-ramainya dilakukan oleh banyak masyarakat Indonesia. Di daerah saya, ada banyak event yang diadakan seperti lomba-lomba tradisional antara lain panjat pinang, tarik tambang, balap karung, memasukkan paku ke dalam botol, gerak jalan, karnaval, dan lain-lain. Bahkan, beberapa hari yang lalu saya mendampingi murid-murid mengikuti kegiatan perkemahan selama tiga hari dua malam, ada banyak kegiatan yang dikemas dalam konsep lomba. Lomba pionering atau tali temali, lomba menari, lomba memecahkan sandi, lomba yel-yel, dan lain-lain. Merayakan kemerdekaan atau istilah lainnya Agustusan dengan konsep perlombaan sudah menjadi tradisi tahunan banyak masyarakat  Indonesia kita. Saya tidak akan banyak membahas tentang seluk beluk mengapa lomba banyak dilakukan untuk menyemarakkan kemerdekaan. Tentu banyak juga bentuk perayaan yang lain. Saya juga bukan tidak setuju adanya lomba, ...

Bermain Dengan Buku

  Bermain Dengan Buku Sebuah Refleksi Diri untuk Kembali Berinteraksi dengan Buku Hari yang sibuk selalu menjadi alasan untuk tidak membaca buku. Setiap kali pulang dari rutinitas mengajar, rapat, dan menyelesaikan segala administrasi, bukan buku lagi sebagai teman rehat. Tapi lagi-lagi ponsel dan media sosial yang masih mendominasi untuk menghilangkan penat. Hampir dua minggu aku merasa bersalah dengan buku-bukuku yang biasanya aku sapa setiap hari dengan penuh perhatian, akhir-akhir ini aku abaikan. Aku juga mengabaikan diriku yang ingin sekali membaca buku walau sebentar namun seringnya berujung pada scrolling media sosial hingga tertidur. Bahkan paling merasa bersalah adalah ketika para ponakanku menghampiriku ingin dibacakan buku yang biasanya aku lakukan bersama mereka, namun beberapakali aku menolaknya karena alasan capek dan butuh me time. Aku akui, awal Agustus ini adalah hari-hari yang padat. Aku merefleksikan diriku. Adakalanya aku tidak terlalu menyesal waktu reha...

Cita-Cita Tak Pernah Mempersoalkan Usia

Gambar
Menilik makna cita-cita di buku Cita Untuk Perempuan yang Tidak Sempurna “ Bu, Bu Guru cita-citanya apa? ” Tanya salah satu anak didikku saat sedang bersantai pada jam istirahat. Aku tercengang tak langsung menjawab. Aku tersenyum padanya sambil merenung, ouh sedewasa ini pun masih pantas ditanya cita-cita. Bukankah seharusnya aku yang melontarkan pertanyaan itu ke anak-anak untuk memupuk semangat mereka menatap masa depan. Namun persepsiku terpatahkan oleh pertanyaan anak didikku itu. Alih-alih aku langsung menjawabnya, aku tanya balik ke dia. “Kalau kamu cita-citanya apa?”, tanyaku. Ia menjawab, “Cita-citaku pengen jadi youtuber, Bu. Kalau bu Guru sudah jadi guru cita-citanya udah tercapai ya?” Aku tertawa geli mendengarnya. Aku menjawab iya atas pertanyaan dia. Dan aku bilang, “Bu Guru masih punya banyak cita-cita lain yang ingin diwujudkan. Dan anak didikku itu lantas bersemangat bilang bahwa ia juga ingin punya banyak cita-cita yang diwujudkan. Obrolan itu berakhir ketika bel ...

Hujan di bulan Juli

Gambar
  Hujan di bulan Juli Saat Juli mulai menyapa hujan masih berani menari di pagi dan senja Seperti sengaja menemani orang-orang yang hendak pergi dan pulang kerja Sengaja menyemai rindu dalam dada Sebagian manusia bergumam ini bulan Juli mengapa hujan masih saja membasahi tanah Meski sebagian manusia masih berharap akan terus menikmatinya Namun sebagian lagi mempertanyakan mengapa  tak seperti biasanya? Bukan tidak mau menyambut hujan, hanya saja terheran-heran Juli terus berjalan masuk ke pertengahan Hujan tak lagi begitu sering menyapa siang Ia membiarkan terik mentari mengiringi manusia yang lalu lalang Ia sejenak menghilang dan membiarkan manusia bilang, 'oh musim kemarau mulai datang' Sebagian manusia mulai percaya diri menjemur pakaian di luar rumah Tak lagi ada rasa ketar ketir tiba-tiba akan basah Tak lagi khawatir jas hujan lupa tak terbawa Tak lagi cemas jika payung tak tersedia Namun sepertinya hujan tak bisa menahan diri untuk tidak menyapa lagi Ia ...

Be Mindful, Be Grateful, Be Kind

  Be Mindful, Be Grateful, Be Kind Sebuah perjalanan diri untuk menemukan ketenangan Di suatu pagi saya membuka aplikasi X yang lama tak kubuka, dan saat saya membuka kembali postingan yang tersimpan, saya menemukan postingan dengan tiga kata Be Mindful, Be Grateful, Be Kind . Tiga kata itu yang kemudian secara sadar membangkitkan semangat saya untuk terus menjalani hari. Dan setiap kali di posisi merasa terpuruk, cemas, dan sedih, saya selalu mengingat tiga kata itu. Saya akan mengatakan seperti mantra pada diriku, ‘ayo coba be mindful, be grateful, and be kind!’ Be Mindful Sadar utuh. Hadir sepenuhnya pada saat ini, dengan menyadari pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh tanpa menghakimi. Itulah mindful . Saya pernah belajar tentang mindfulness saat momen pelatihan guru. Salah satu teknik mindfulness yang paling saya ingat adalah teknik grounding . Yaitu mengingat dan menyadari penuh apa yang bisa dilihat, didengar, disentuh, dibaui, dan dikecap. Saya beberapakali mempraktik...

Mewariskan Kegemaran pada Buku

Gambar
 Mewariskan Kegemaran pada Buku Masih nuansa hari libur, saya lebih sering berinteraksi dengan buku-buku dibanding ketika hari masuk kerja. Namun saya mudah bosan jika hanya membaca satu buku, jadi saya selalu membaca buku lebih dari satu. Dan akibatnya saya jarang mengkhatamkan buku dengan cepat, haha. Saya juga punya kebiasaan menumpuk buku-buku yang sedang atau akan saya baca di atas kasur (bersanding dengan bantal), karena saya termasuk penggemar buku kategori _librocubicularist_, yaitu suka baca buku di tempat tidur. Meski kadang baru 10 menit membaca sudah menguap dan terlelap. Tapi beda cerita jika isi bukunya seru dan membuat semangat untuk terus membaca, hehe. Akhir bulan lalu, ketika berselancar di toko belanja online, saya tak sengaja melihat banyak diskon buku dari salah satu penerbit. Duh, diskonnya terlalu besar untuk harga buku yang menurutku judulnya bagus-bagus dan saya butuhkan saat ini. Awalnya saya menahan diri untuk tidak membelinya, namun apalah daya, tak bis...